Menelusuri Keajaiban Tidur

Bagi setiap orang, tidur merupakan fenomena biologis alamiah yang terjadi satu atau dua kali dalam sehari. Dalam waktu tidur seseorang beralih dari keadaan sadar menuju ke tidak sadar, yaitu keadaan seseorang yang tidak merasakan keadaan yang ada di sekitarnya. Bahkan, tidak merasakan waktu yang dijalaninya dalam kehidupan ini.

Setiap hari makhluk hidup berada dalam dua kondisi yang sangat berlainan, yaitu alam jaga dan alam tidur. Menurut sebagian para filusuf, keadaan orang tertidur sama sekali berbeda dengan keadaan orang terjaga. Di alam jaga ia berhubungan dengan kehidupan duniawi yang kongret. Sedangkan di alam tidur ia berhubungan sepenuhnya dengan zat kemanusiaannya yaitu akal, jiwa dan ruh. Orang tidur seperti mati, tetapi jantungnya masih tetap berdenyut dan paru-parunya masih bernafas. Sewaktu tidur, hubungan dengan akal terputus. Sementara itu, kendati masih memiliki keterikatan, ruh keluar dari tubuh dengan cara yang tidak diketahui. Orang tidur tetaplah wujud hidup yang tetap menyimpan rahasia. Meskipun tanpa ruh, di dalamnya masih mengalir waktu biologis.



Sejak dulu masalah tidur ini telah menyita banyak pikiran dan tenaga para ilmuan yang ada di seluruh penjuru dunia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menguak rahasia dan keajaiban yang ada di dalamnya. Namun, sampai sekarang ini pun para ilmuan hanya mampu menyibak sedikit tabir tentang rahasia tidur. Padahal mereka telah bekerja keras untuk mempelajari tentang masalah dalam alam tidur. Kebanyakan dari mereka hanya bisa membuat berbagai teori-teori, takhayul dan prasangka tentang tidur saja.

Sejak dahulu orang Yunani Kuno percaya bahwa setiap yang ada di alam semesta ini mempunyai dewa. Bahkan tidur pun juga memiliki dewa, yaitu dewa Hypnos. Mereka menyakininya sebagai anak dari dewa malam yaitu, Nyx. Selain itu mereka juga menyakini bahwa Hypnos mempunyai saudara yang bernama Thanatos, Sang Dewa Maut. Dengan demikian, menurut mereka tidur dan mati itu merupakan dua saudara yang berasal dari satu ayah yaitu dewa malam Nyx. Maka dari itulah setiap kali mau tidur mereka selalu berdoa kepada dewanya, agar mereka bisa bangun lagi (hal. 38).

Hal itu juga diperkuat dengan perkataan yang pernah dilontarkan oleh Rosulallah yang berbunyi " sebagaimana kalian tidur, begitulah kalian mati. Dan bagaimana kalian bangun, begitulah kalian di bangkitkan. Berdasarkan yang dipelajari dari Rosulallha itulah Umar r.a pernah berkata bahwa : tidur itu saudaranya mati. Jadi pada dasarnya alam tidur merupakan alam kematian kecil (hal 29)

Tidur memang merupakan hal yang biasa dan wajar-wajar saja dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebab kita sudah terbiasa dengan tidur, jadi kita tidak terlalu memikirkannya. Namun dalam buku karangan DR. Ahmad Syaqwi Ibrahim ini, kenyataannya akan berbicara sebaliknya. Di dalamnya kita akan menemukan banyak hal yang sangat luar biasa, dan belum pernah kita ketahuinya sebelumnya. Di balik kelopak mata yang terkatup, di bawah alam mimpi-mimpi yang indah, di balik ketidaksadaran kita, ternyata tersimpan misteri alam yang lain yaitu alam kematian kecil.

Dengan ditopang berbagai ketajaman serta pemahaman atas wahyu dan kelugasan ulasan-ilmiah, Profesor Ahmad Syaqwi Ibrahim akan berusaha mengajak kepada kita semua untuk menjelajahi akan keajaiban yang ada dalam alam tidur yang setiap hari kita lewati dan sudah menjadi rutinitas bagi kehidupan kita, tanpa ada pertanyaan sedikit pun. Lapis demi lapis akan berusaha dikupas dengan seksama bernas: Apa rahasia tidur bagi kesehatan fisik, mental, dan spiritual kita? Apakah gaya tidur mencerminkan gaya hidup seseorang ? apa perbedaan antara tidur seorang wanita dengan seorang pria? Apa rahasia jam bilogis kita? Apa keajaiban proses kimiawi selama kita terlelap? Kenapa kita mengalami mimpi, menggigau atau berjalan/beraktivitas ketika kita terlelap dalam tidur? Apakah mimpi dan penglihatan sewaktu tidur mengandung kebenaran? Ke mana jiwa, akal dan ruh sewaktu kita tidur? Masuk akalkah berita al-qur'an yang menceritakan tentang keajaiban tidurnya Nabi ‘Uzayr dan Ashabul Kahfi selama 100 dan 300-an tahun? Bagaimana pola tidur aneka binatang yang ada disekitar kita? Dan mengapa sebagian binatang berhibernasi? Semua itu akan berusaha dikupas dan ditelusuri dengan gamblang dan terperinci di dalam buku keajaiban tidur karangan DR. Ahmad Syaqwi Ibrahim ini.

Disajikan dengan gaya bahasa yang sangat sederhana dan tidak terlalu muluk-muluk, sehingga dengan mudah dapat dipahami dan dicerna oleh siapa saja yang membacanya. Yang sangat memukau dan menarik dalam buku ini adalah kepiawaiannya si penulis dalam mengolaborasikan antara kedalaman makna teks agama dengan penemuan-penemuan sains-sains terbaru. Sehingga antara keduanya seakan-akan tidak ada penyekat sedikitpun yang memisahkan. Bahkan kolaborasi antara kedalaman makna teks agama dengan penemuan-penemuan sains terbaru yang diterapkan penulis justru saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.

Dan yang tak kalah menariknya lagi dalam buku ini adalah, pembahasab serta ulasan tentang kenapa orang susah untuk tidur dan juga menyuguhkan berbagai tips serta doa untuk mengatasinya bagi segala usia. Buku karangan DR. Ahmad Syaqwi Ibrahim ini tentunya akan sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan kita. Sebab di dalamnya akan menjelaskan serta menyadarkan bagi kita semua. Bahwa sesungguhnya tidur bukan hanya semata-mata merupakan fenomena biologis semata, namun ternyata di dalamnya juga menyimpan berbagai misteri dan keajaiban yang belum pernah kita ketahui selama ini. Sebab selama ini kita hanya menganggap tidur sebagai rutinitas semata, tanpa mau untuk berpikir yang lebih jauh, tentang apa yang terkandung dalam alam tidur.

Judul buku : Keajaiban Tidur
Penulis : DR. Ahmad Syaqwi Ibrahim
Penerjemah : Syamsu A. Rizal
Penerbit : Serambi, Jakarta
Cetakan : 1, 2007
Tebal : 320 halaman
Peresensi: Miftahul Ala, Pustakawan Pesantren Hasyim As'yarie tinggal di Yogyakarta. Berdomisili di Jl. Minggiran MJ II/1482-B Yogyakarta.

dibaca oleh: 5048 pengunjung