Realisme Magis Gaya Benua Hitam

"PADA mulanya adalah sekelok sungai. Sungai menjadi jalan, dan jalan bercabang ke seluruh dunia. Karena berasal dari sungai, jalan itu selalu lapar.Di negeri awal mula, roh-roh berbaur dengan yang belum lahir."

Novel brilian ini berkisah tentang Azaro, bocah di negeri tak bernama,yang dituduh sebagai anak roh yang memiliki keterikatan dengan dunia lain. Novel ini menyuguhkan kombinasi fantasi dan visi dari pikiran seorang anak, dunia supranatural dan dunia nyata. Tanpa sadar, pembaca akan ditarik perlahanlahan ke sebuah dunia asing, namun nikmat, lewat penggambaran yang padat dan utuh.

Oleh para dukun dan tukang santet di negerinya,Azaro divonis sebagai seorang anak roh yang mempunyai ikatan khusus dengan alam lain.Sebelum lahir ke dunia, ia berjanji kepada teman- temannya di alam roh untuk meninggalkan bumi sewaktu masih kecil. Namun, ia menunda kematiannya untuk membahagiakan ibunya yang telah banyak menanggung kesedihan akibat ulahnya.

Teman-teman Azaro di alam roh menjadi gusar. Mereka mengutus hantu berkepala tiga dan hantu berkepala empat untuk membawanya pulang ke alam roh. Dalam usahanya untuk menghindari jebakan kematian dan untuk menemukan jalan takdirnya di belantara Afrika yang lapar,Azaro mencium suatu ramalan akan kelahiran seorang Juru Selamat pemabuk yang terjadi melalui dirinya.

Dan huru-hara pun dimulai. Azaro menyatakan dirinya sebagai ”sebuah bangsa anak roh, sesuatu yang terus dilahirkan kembali, dan setelah tiaptiap kelahiran, darah dan pengkhianatan pasti menggenang”. Ada keagungan di dalamnya, dan masa kanak-kanak Azaro yang menakutkan dan berjubel halusinasi adalah sebagian penciptaan terus-menerus yang terbukti penuh keagungan.

Ben Okri,pengarang novel ini adalah sebuah kekecualian dari sebuah kecenderungan. Penulis Nigeria kelahiran 1959 ini menunjukkan bagaimana sebuah eksperimen dengan banyak unsur berpadu dalam sastra. Banyak pengamat menyebut keahliannya terletak pada kemampuannya menciptakan kalimat yang tidak membikin bosan. Salah satu kepiawaiannya adalah menciptakan efek kejut dengan kalimat yang efektif dan pendek, namun tajam.

Serupa napas yang tenang dan tertahan. Dalam banyak hal, Okri mungkin layak disandingkan dengan Gabriel Garcia Marques dalam melihat dunia sebagai sebuah kemungkinan yang tanpa batas. Okri seperti Marques, tidak melihat realitas sebagaimana Barat melihatnya sebagai satu hal yang pasti.Tidak heran jika kemudian karyanya disebut sebagai perwujudan ”realisme magis gaya Afrika”,meski ia tidak sependapat dengan hal itu.

Sebelumnya, Okri juga sudah memukau pembaca dan kritikus lewat karya pertamanya, Flowers and Shadows,yang terbit pada 1980.Okri segera saja menjadi pembicaraan dan disebutsebut sebagai salah satu penulis Afrika yang mencorong. Ia kini bergiat di International PEN,sebuah asosiasi penulis yang menaungi 130 cabang di lebih dari 100 negara.

Membaca novel ini agaknya seperti mendengarkan nyanyian sopran yang penuh dengan kontrol vokal sempurna,nyanyian vibrato setajam suara biola sayup, pembentukan frasa-frasanya begitu runcing dan bergelombang. Gaya Okri memiliki kepingan-kepingan gelap dan terangnya, namun kekayaan dan keragamannya tak dapat dira- gukan.Terkadang penuh tragedi, namun tragedi dalam cita rasa klasik, tragedi sebagai kebahagiaan yang menggetarkan.(*)

Nanum Sofia, Pencinta novel, aktif di Insight Reference

dibaca oleh: 2270 pengunjung