Pemakaman Langit - Sebuah Kisah Cinta Heroik dari Tibet

Judul : Pemakaman Langit - Sebuah Kisah Cinta Heroik dari Tibet (Sky Burial)
Pengarang : Xinran, 2004
Penerjemah : Ken Nadya Irawardhani Kartakusuma
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta, Agustus 2007
Tebal : 284 halaman; 17 x 11 cm

Pemakaman Langit, adalah sebuah ritual pemakaman di Tibet. Saat seseorang meninggal dunia, penduduk Tibet tidak menguburkan jenazah ke dalam tanah, tapi memberikannya kepada para burung pemakan bangkai. Terdengar mengerikan?

Kisah ini sebenarnya adalah kisah Shu Wen, seorang wanita Cina yang mencari suaminya yang hilang dalam tugasnya ke Tibet. Kejun adalah seorang dokter, sama dengan Shu Wen. Bahkan, mereka bertemu di kampus fakultas kedokteran tempat mereka menuntut ilmu.

Baru menikah beberapa minggu, Kejun harus meninggalkan pengantinnya itu dan berangkat ke Tibet. Tak sampai seratus hari sejak hari pernikahan mereka, Shu Wen menerima berita, suaminya sudah tiada. Tak mau mempercayai berita itu begitu saja, ditambah lagi tak ada bukti yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sang suami, Shu Wen membulatkan tekad. Dia bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat, dan berangkat ke Tibet.

Namun di Tibet, baru saja tiba, Shu Wen terpisah dari pasukan. Ditemani seorang wanita Tibet yang bisa berbahasa Cina, yang juga sedang dalam perjalanan mencari seseorang yang dicintainya, mereka akhirnya bertemu dengan sekeluarga nomad Tibet. Keluarga Gela menampung mereka. Di sinilah, Shu Wen mengenal kehidupan nomad Tibet.

Tapi penculikan, kematian, terjadi di masa-masa Shu Wen tinggal bersama mereka. Setelah cukup lama, Shu Wen akhirnya berhasil berkomunikasi dengan orang-orang Tibet itu, dan perjalanan mencari suaminya kembali dimulai. Perjalanan ke kuil-kuil, ke gunung-gunung tertinggi, semua harus dijalani.

Dengan formatnya yang kecil mungil, ternyata kisah yang ada di dalamnya, tak kecil mungil seperti bukunya. Perjuangan Shu Wen mencari cintanya cukup melelahkan, namun tak membuat terengah-engah, walau kita harus mendaki gunung-gunung yang tinggi di wilayah Tibet.

Sama seperti yang dikatakan Q, aku juga baru kali ini membaca tentang Tibet (karena Tintin di Tibet yah gak dihitunglah, hehehehe). Banyak sekali hal-hal unik yang akan kita temukan di sini seperti di kehidupan nomad mereka, cara-cara mereka berkomunikasi, belum lagi besarnya pengaruh religius dalam kehidupan para nomad tersebut, dan juga kebiasaan poliandri.

Pemaparan tentang ritual pemakaman langit juga cukup membuat kita merinding, namun filosofi yang terkandung dalam ritual tersebut, sungguh bukan sesuatu yang kejam. Konsepnya adalah memberi kembali semuanya kepada alam.

Yah, ini memang bukan kisah cinta biasa.

Salam,
Kobo, http://mon-secret-jardin.blogspot. com/

dibaca oleh: 2302 pengunjung