Pendidikan Alternatif,Kenapa?

LIFE long education (pendidikan sepanjang hayat) seharusnya tak hanya menjadi slogan kosong. Semboyan itu adalah panduan bagi siapa pun yang ingin menjadikan dirinya tumbuh lebih baik dalam tataran pemikiran, sikap, dan perilaku.

Ketika sebagian individu memilih untuk membangkitkan energi belajar anak-anaknya lewat pendidikan alternatif, hal itu sah-sah saja.Sebaliknya pula, jangan sampai batas-batas jenjang pendidikan di sekolah formal menjadi penghalang setiap orang untuk selalu mau belajar dalam kehidupannya sehari- hari.

Berawal dari sebuah ide yang sangat sederhana, bagaimana membuat sekolah yang cocok dengan anak-anak,bukannya anakanak yang harus cocok dengan sekolah,Summerhill School, sekolah yang didirikan Alexander Sutherland Neill,membebaskan anak-anak untuk menentukan apa yang mereka mau. Mereka membuang jauh-jauh ketertiban, arahan, anjuran, dan hukuman.

Ini sekolah yang memberikan kebebasan penuh pada anak tersebut menjadi sekolah percontohan di beberapa negara. Buku yang ditulis sendiri oleh pendiri Summerhill School ini menjelaskan bahwa yang dibutuhkan dalam sekolah hanyalah keyakinan penuh bahwa anakanak adalah makhluk yang unik. Di sekolah ini,anak-anak bebas memilih pelajaran yang akan mereka ikuti.

Bahkan anak yang baru masuk bisa bebas bermain sepanjangwaktu, berhari-hari,bahkan bertahun-tahun. Neill menjelaskan, anak butuh waktu untuk menjadi dirinya sendiri setelah begitu tertekan dari sekolah “normal”.Panjang pendek masa penyembuhan ini tergantung pada seberapa besar kebencian yang ditanamkan oleh sekolah “normal” ke dalam diri mereka.

Di sekolah alternatif ini, pelajaran bukanlah sesuatu yang penting. Aktivitas belajar tidaklah sepenting kepribadian dan karakter. Bagi Neill, memaksakan pelajaranpadaanak, sama saja memaksakan pekerjaan yang tidak menyenangkan buat anak.Tak bisa disangkal, banyak anak bermasalah di Summerhill School.Mereka yang berkali-kali dikeluarkan dari sekolah,pribadi yang penuh kebencian atau pemberontakan.

Neill tidak menyangkal bahwa seorang anak sebetulnya tumbuhdenganegonya. Tetapi dia yakin, ego yang dipelihara dengan baik akan memiliki apa yang disebut dengan kebaikan.Tetapi ego yang dikekang hanya menghasilkan kejahatan. Anak-anak yang bermasalah, menurut Neill,adalah anak yang tidak bahagia.

Dia berperang dengan dirinya sendiri, konsekuensinya dia berperang dengan seluruh dunia.Kebebasan pula yang menghilangkan rasa takut pada anak-anak. Anakanak kecil di Summerhill School tidak ada yang takut dengan petir atau gelap.Jadi kebebasan juga mengubah anak yang semula penakut menjadi pemberani dan teguh pendirian.


Summerhill School adalah sebuah sekolah bebas dan berasrama untuk usia TK-SMA, yang didirikan oleh AS Neill pada 1921 di Jerman dan kemudian pindah ke Inggris.Sekolahyangrevolusioner ini membebaskan siswa-siswinya hidup sesuka mereka selama tidak mengganggu orang lain.Merekabolehikutataumangkir dari pelajaran-pelajaran yang ditawarkan sekolah.

Fasilitasnya pun komplet: kolam renang,bengkel kerja,laboratorium,ruang kesenian, ruang teater, alat musik, perpustakaan,ladang. Hasilnya, sekolah ini sudah menelurkan banyak alumni yang sukses secara psikologis, ekonomis, akademis, sosiokultural, politis. Mereka menjadi insinyur, dokter, dosen, pemusik, pengusaha, mekanis, koki, dan segala macam profesi yang berpikiran maju dan terbuka, jujur, tekun, optimistis, dan bahagia.

Summerhill School telah dan terus melahirkan insaninsan yang berjuang membangun peradaban dunia yang lebih manusiawi dan damai. Dalam konteks Indonesia,sekolah yang membebaskan ini tentu sangat diperlukan.Anakanak yang sangat putus asa dan tertekan dengan sekolah butuh “penyembuhan”.

Sangat tidak masuk akal melihat anak-anak putus asa bahkan mengakhiri hidup mereka karena permasalahan sekolah.Terlebih ketika anakanak sangat tertekan dengan ujian nasional dan ketentuan-ketentuan yang “menggantung”hidup dan masa depan mereka. Membaca buku ini menyadarkan kita bahwa mempelajari dan mengetahui secara pasti standar-standar pendidikan memang mutlak diperlukan.

Namun, mengaplikasikan standar- standar itu dengan cara yang berbeda, yang lebih menyentuh sisi paling personal dari setiap peserta didik,itulah kelebihan yang dimiliki oleh pendidikan alternatif.(*)

Tasyriq Hifzhillah,
Pemerhati masalah pendidikan asal Probolinggo

dibaca oleh: 1503 pengunjung