Tradisi yang Berakar Panjang

Judul: Ziarah dan Wali di Dunia Islam
Penulis: Henri Chambert-Loir & Claude Guiilot
Penerbit: PT Serambi Ilmu Semesta
Terbit: April 2007
Tebal: 588 halaman

Ziarah kubur, entah itu kubur seorang wali atau seorang kerabat biasa, mempunyai tradisi yang berakar panjang dalam sejarah perkembangan agama Islam. Pun perdebatan tentang tradisi ini bergaung jauh dalam sejarah. Dari Ibn al-Jauzi dan Ibn Taymiyah pada abad ke-12 sampai ke-13, sampai Ibn Abd al-Wahhab, Rashid Rida, dan Sayyid Qutb pada abad ke-19 sampai ke-20, perilaku keagamaan itu dikecam dengan gigih sebagai praktik syirik.

Buku ini untuk pertama kali memaparkan perkembangan dan sifat hal ziarah itu, serta unsur-unsur kewalian yang erat kaitannya, di semua bagian dunia Islam masa kini.

Sampai kini, ziarah dan kewalian menjadi tradisi Islam yang hidup. Di sela gegap-gempita modernitas, wali-wali Islam adalah manusia yang telah melampaui batas kemanusiaan. Mereka dianggap pewaris spiritual Nabi. Makam mereka kerap dipandang sebagai kutub-kutub suci atau cabang-cabang Mekah.

Buku ini unik. Tradisi ziarah dipaparkan secara global, dengan beragam kajian regional yang mencakup keseluruhan dunia Islam. Kawasan yang dikaji meliputi Timur Tengah, Mesir, Sudan, Kawasan Magribi, Afrika Barat, Afrika Timur, Iran, India, Pakistan, Bangladesh, Tiongkok, Turki, dan Asia Tengah, Wilayah Balkan, dan Indonesia. Setiap kawasan dibahas dalam dua tulisan, yang dilengkapi peta dan gambar.

Berbeda dengan buku akademik lainnya, buku pengetahuan ini mudah dan asyik diikuti. Suguhan informasinya sangat berharga, baik bagi peneliti, sejarawan, antropolog, maupun pelaku ziarah itu sendiri. Yang menarik, disajikan pula kritik dari kelompok yang mengecam praktik ziarah di setiap kawasan. [Febby, mahasiswa Unpar Bandung]


dibaca oleh: 1141 pengunjung