Nama Tuhan yang Keseratus

Judul Buku : Balthasar's Odyssey
Penulis : Amin Maalouf
Penerjemah : Atta Verin
Penyunting : Anton Kurnia
Penerbit : Serambi
Cetakan : I, Oktober 2006
Tebal : 619 halaman

Dalam Book Of Revelation,yang dikenal di kalanganKristen, disebutkan bahwaangka 666 disebut Mark ofthe Beast—angka setan. Angka666, atau sesuatu yang berkaitandengan angka tersebut, dipercaya sebagaipertanda kedatangan anti-kristusyang akan mendatangkan malapetakabagi dunia.

Alkisah, pada 1665, orang-orang, terutamapenganut Kristen, dilanda kecemasanterhadap tahun yang akan datang,yang dihubungkan dengan angkasetan. Balthasar Embriaco, saudagarbuku keturunan Genoa asal Gibelet,menempuh perjalanan panjang nyarismengelilingi separuh dunia, untukmencari sebuah buku berkekuatan magis.Konon buku ini memuat nama Tuhanyang keseratus, sebuah nama rahasiasebagai pelengkap 99 nama Tuhanyang lazim dikenal oleh umatmuslim sebagai asmaul husna. NamaTuhan yang keseratus itulah yang disebut-sebut sanggup menyelamatkansiapapun dari malapetaka yang akandatang pada 1666.

Sebagai seorang yang skeptis, mulanyaBalthasar tidak mempercayai semuadesas-desus dan ramalan yangmenyebutkan hal-ihwal hari akhir(kiamat) yang akan terjadi pada 1666.Ia pun tidak mempercayai keberadaansebuah buku langka yang ditulis olehpenulis Arab Abu Maher Al-Mazandarani,yang berjudul Nama Tersembunyiyang Tak Terungkap atau Nama yang Keseratus.Buku ini banyak diburu orangkarena memuat nama tersembunyi Tuhan,yang dengan menyebutkannyasaja, seseorang akan bisa terhindar darisegala bahaya. Mulanya, Balthasar berpikirbahwa ketakutan manusia akanmalapetakalah yang akhirnya memunculkankhayalan akan keberadaan bukutersebut.

Sampai suatu ketika, seorang miskintua bernama Idriss, sehari sebelum kematiannya,memberi Balthasar sebuahbuku tua berjudul Nama yang Keseratus.Idriss meminta agar Balthasar memilikibuku itu dan menjaganya. Namun karenakecerobohannya, Balthasar malahmenjual buku yang sangat langka itukepada seorang utusan istana Prancisbernama Chevalier Hugues de Marmontelyang sangat berminat pada bukuitu. Melihat kecerobohan pamannya,Boumeh, keponakan Balthasar,yang sangat menggemari membaca buku-buku, merasa kecewa dan menyesalkantindakan pamannya yang telahmembiarkan “seluruh emas di dunia” hilangdengan teramat mudah.

Demi mendapatkan kembali bukuitu, mulailah Balhasar menempuh perjalananpanjang dari tempat asalnya diGibelet menuju Konstantinopel. Ia tidaksendirian. Dua orang keponakannya,Boumeh dan Habib, yang sangatbersemangat untuk pergi ke Konstantinopel,menyertainya. Begitu pula, seorangpegawai bernama Hatem. Di tengahperjalanan, mereka bertemu denganseorang perempuan tetanggamereka yang bernama Marta. Martaberniat meminta surat pengakuan daripejabat di Konstantinopel yang menyebutkanbahwa suaminya—yang lamapergi meninggalkannya entah kemana—telah meninggal, sehingga diakembali bisa hidup bebas dan mulaimencintai dan membina hubungandengan orang lain.Dikemas dalam bentuk sebuah catatanharian, Balthasar's Odyssey merekamkejadian sehari-hari selama perjalananBalthasar mengelilingi hampirseparuh benua, mulai dari Lebanon,Maroko, Turki, Yunani, Portugal,Belanda, Inggris, Perancis dan Italia.Dalam sebuah catatan, Balhasarmenjadi saksi peristiwa kebakaran besaryang menimpa kota London padaawal September 1666. Beruntung iadapat selamat dan kembali ke Genoa.Ada satu hal yang patut dicermati,bahwa dalam catatan sejarah, kebakaranbesar yang melanda kota Londonterjadi mulai 2 September 1666 dan berakhir5 September 1666, namun dalamcatatan Balthasar, peristiwa kebakaranbesar itu terjadi pada “11 September terkutukituâ¤? (halaman 532). Rupanya,Maalouf dalam menuliskan catatan harianBalthasar—yang seorang Katolik Lebanon—menggunakan penanggalan Julianyang lebih dari seminggu mendahuluipenanggalan Gregorian yangumum dipakai sampai saat ini.

Novel perjalanan berlatar sejarah inimemikat kita dari mulai dari halamanpertama. Membacanya kita akan dibuatpenasaran dengan apa yang akandialami oleh Balthasar dan rombongannyadalam perjalanan berikutnya.Misteri-misteri, teka-teki, dan lika-likuperjalanan Balthasar menjadi sebuahdaya tarik tersendiri. Maalouf menghadirkandunia Mediterania pada abadke-17 lengkap dengan benturan agama-agama dan kebudayaan pada masaitu.Sebagaimana layaknya sebuahcatatan harian, hal-hal sekecilapapun yang menarik bagipenulisnya dituliskandalam gayabahasa yangjujur dan dekat. Lewat catatan harianini kita akan diajak mengikuti alur pikiranBalthasar terhadap segala sesuatuyang dilalui dan dirasakannya. Termasukdi dalamnya renungan-renungantentang kehidupan, cinta, keluarga,dan kronik sejarah yang memperkayapengetahuan. Kadang terasa konyol,kadang datar, kadang mencekam, kadangpenuh semangat heroik, namunkadang pekat dengan sikap pesimis.

Meski kita tahu bahwa dunia tidakkiamat pada 1666—tiga abad telah berlalu,dan dunia masih baik-baik saja—namun perjalanan Balthasar dalammenemukan Nama Keseratus Tuhan bisajadi adalah perjalanan kita semua.Ini sejenis perjalanan untuk menemukansesuatu yang bisa menjadi penyelamatdari bencana-bencana yang akandatang dalam kehidupan kita.

ADI TOHA , menulis cerpen, puisi, dan ulasan buku

dibaca oleh: 1929 pengunjung