Mengelaborasi Proses Berpikir Sehari-hari

Setiap hari semua menggunakan pikiran dalam beraktivitas keseharian. Namun, kebanyakan orang memandang berpikir adalah aktivitas yang terjadi begitu saja secara spontan. Pikiran bekerja sepanjang waktu, tapi kebanyakan orang tidak pernah memikirkan prosesnya. Padahal, rata-rata manusia berpikir 60.000 hingga 80.000 kali setiap hari.

Jika melihat benda-benda seperti desain sebuah kursi, laptop, dan berbagai penemuan penting, seluruhnya berawal dari kepala seseorang. Lebih jauh lagi, ada sebagian manusia menjadi penemu. Sebelum menemukan sesuatu, seseorang mendalami pikirannya dan berupaya keras mewujudkan sehingga terciptalah benda-benda di sekitar.

Begitulah pikiran dapat menciptakan dua sisi berbeda. Pikiran dapat mendorong manusia meraih kesuksesan atau menggagalkan (hal 7). Buku ini berisikan cara mencapai kesejahteraan emosi dan keberhasilan dalam kehidupan pribadi dengan mengendalikan pikiran. Ada juga tema cara menggunakan kekuatan pikiran untuk mengubah sikap dan perilaku. Maka, buku Rahasia Kekuatan Pikiran perlu dibaca agar bisa mengubah pola pikir supaya kehidupan lebih bermakna.

Buku ini terdiri dari bagian 1: Pikiranlah yang Penting, 2 Pikiran yang Menyimpang, dan 3 Pikiran Masa Lalu, Sekarang, dan Depan. Otak menghabiskan begitu banyak waktu untuk menghidupkan seluruh koneksi sel-sel saraf yang sering digunakan. Sebaliknya juga memperlemah sel-sel yang tidak sering digunakan (hal 42). Semakin sering pikiran berfokus pada sesuatu, tambah besar keterlibatannya. Jika manusia mencoba menekan pikiran negatif dan menggantikan dengan pikiran positif, kemungkinan besar akan gagal.

Dia harus membiarkannya pergi seperti melepas balon (hal 43). Pada bagian 1 dikutip pendapat psikolog klinis Amerika, Albert Ellis, bahwa pikiran yang tidak rasional membuat manusia tidak nyaman. Kesalahan berpikir ini cenderung membelokkan kenyataan, mengundang kesimpulan yang keliru, dan berfokus pada hasil yang tidak menyenangkan.

Pikiran yang tidak rasional menyebabkan stres dan kesulitan (hal 88). Bagian 2 membahas lebih dalam tentang pikiran yang tertekan (stres). Ada dua bentuk stres: mayor dan minor. Area minor adalah stres sehari-hari, seperti kehilangan ponsel, mesin cuci macet, dan lainnya. Area mayor adalah kejadian-kejadian dalam hidup yang cenderung bersifat signifi kan: penyakit, pindah rumah, perceraian, dan pekerjaan baru (hal 122).

Selain itu, pada bagian 2 juga dibahas manfaat olah raga bagi pikiran sebagai perawatan efektif terhadap gejala emosional dan fi sik akibat pikiran terganggu. Latihan aerobik seperti berlari, bersepeda, dan berjalan cepat dapat meningkatkan produksi beta-endorfi n dalam tubuh. Beta-endorfi n merupakan morfi n alami yang dihasilkan tubuh untuk menetralisasi efek zat kimia penyebab stres.

Betaendorfi n juga memperbaiki suasana hati, membuat lebih bersemangat, dan optimistis (hal 161). Bagian 3 disajikan tentang waktu yang telah dihabiskan untuk menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan yang berdampak pada masa kini. Manusia tidak dapat memprediksi kejadian mendatang. Namun, manusia dapat mengubah masa depan melalui masa kini. Manusia tidak mungkin lagi dapat mengubah masa lalu, tetapi dapat memastikan bahwa merencanakan perbuatan sekarang (yang akan dengan segera menjadi masa lalu) guna mengubah yang ingin diganti (hal 292).

Buku ini juga memuat pengalaman orang-orang berupa kegagalan dan keberhasilan dalam hidup. Ada juga teori-teori fi lsafat dan keterangan para psikolog. Hal menarik lainnya pada tiap bab dilengkapi kutipan bijaksana agar pembaca dapat mengingat dan menjadi rujukan masa datang. 

Diresensi Adila Rarasthika, mahasiswi Biologi Universitas Negeri Jakarta.

Judul : Rahasia Kekuatan Pikiran
Penulis : James Borg
Penerbit : Serambi
Terbit : Mei 2014
Tebal : 312 halaman
Harga : Rp49.000
ISBN : 978-602-290-000-9

dibaca oleh: 1182 pengunjung