Dead Until Dark, Bermain-main dengan Vampir

Dia berlutut di depanku, bertelanjang dada dan terguyur air hujan.
"Kau tidak pakai baju," gumamku.
"Bajuku akan kotor," jelasnya. "Saat aku tidur di tanah, aku harus melepaskannya."
"Oh, tentu saja."

Dialog tersebut terjadi saat Sookie bertemu Bill yang barusan bangkit dari tempat tidurnya di bawah tanah pekuburan. Sebagai vampir, Bill memang harus menjauhi matahari sepanjang siang, berbaring di tempat gelap hingga malam datang. Istilahnya, "Dead until Dark". Dialog yang bikin saya nyengir, seperti beberapa bagian lain di sepanjang buku ini.

Lupakan sosok vampir yang aneh, diselimuti kegelapan dan ditakuti manusia seperti dalam Nosferatu, Dracula atau novel-novel Anne Rice. Charlaine Harris dengan santai bercerita tentang para vampir yang kini mendapat hak untuk hidup secara legal. Mereka bisa tinggal di antara manusia biasa, bar menyediakan botol-botol darah sintetis untuk pelanggan vampirnya, hotel khusus vampir bernama the Blood, sampai para pencinta vampir yang malah memohon-mohon untuk digigit sehingga mendapat julukan fang-banger. 

Dalam buku pertama dari delapan seri Sookie Stackhouse ini, diperkenalkan tokoh Sookie, seorang pramusaji putus sekolah yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang. Kepribadian uniknya memikat Bill, vampir yang hendak menetap di Bon Temps, kota tempat tinggal Sookie. Mereka pun menjadi pasangan manusia-vampir dengan berbagai masalahnya. Asyiknya, meski punya pacar vampir yang sangat kuat dan bersosok sempurna, namun Sookie digambarkan sebagai perempuan mandiri yang berani dan tangguh, sehingga mudah untuk jatuh hati padanya. 

Konflik dihadirkan Harris ketika beberapa vampir lain ternyata juga terpikat pada 'keistimewaan' Sookie. "Aromamu berbeda," begitu kata mereka. Bagaimanapun, vampir tetap punya sisi gelap seperti persaingan ganas di antara kaum mereka sendiri, serta animal instinct yang sulit dikendalikan saat mencium bau darah. Bagusnya, Harris memberikan alasan jelas mengapa Sookie digilai vampir lain. Jadi saya tidak perlu bete mempertanyakan kebetulan tersebut ^_^

Pada saat yang bersamaan dengan kehadiran Bill, kasus-kasus pembunuhan misterius mulai menghantui kota Bon Temps yang biasanya tenang, dan para korbannya memiliki sejumlah kesamaan dengan Sookie. Apakah Sookie akan menjadi korban berikutnya? Apakah Bill memang sebaik yang disangka Sookie, atau dia tetaplah vampir yang pada dasarnya tak mengenal moralitas manusia?

Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan membaca novel ini, karena jalan cerita yang cukup bikin penasaran. Lelucon-lelucon Harris yang cenderung sarkastis makin menambah nuansa urban dalam novel fantasi ini, dan puncaknya ketika dia menghadirkan cameo seorang selebrita legendaris, salah satu figur publik paling terkenal di dunia. 

Novel yang diterbitkan pertama kali tahun 2001 ini juga sudah diangkat ke layar kaca dalam serial True Blood. Jadi pingin liat seperti apa tokoh Bill dan Sookie jika divisualkan...

Detail Buku
Judul : Dead Until Dark
Penulis : Charlaine Harris
Penerjemah : Pujia Pernami
Penyunting : Alika Chandra & Ary Nilandari
Penerbit : Kantera
Terbit : 2010

dibaca oleh: 2258 pengunjung