AZAZIl (Luckty Giyan)

Azazil terlahir dari ilusi manusia pada era Sumaria kuno atau masa Persia kuno yang menyembah Api/Cahaya dan kegelapan secara bersamaan (Ahura-Mazda Dewa Cahaya dan Ahriman Dewa Kegelapan).

Iblis, Setan, Ahriman, Azazil, Baalzebub, Baalzebul. Semuanya tetap sama saja, perbedaannya hanya ada dalam segala sesuatu mempunyai eksistensinya masing-masing maka kita pun membuat hipotesis bahwa eksistensi yang berlawanan sepenuhnya dengan Tuhan adalah sebuah “Keburukan yang Mutlak” pula. 

“Aku adalah eksistensi yang digunakan untuk memberikan justifikasi akan adanya kejahatan. Jadi lebih pantas kalau dikatakan bahwa semua kejahatan dan keburukan itulah yang menjadi asal-muasal eksistensiku.”

“Sejatinya aku adalah kamu dan aku adalah mereka.. Kamu akan mendapatkan aku ada setiap kali kamu mau, begitu juga aku aka nada setiap kali mereka mau. Aku selalu hadir di hadapan mereka untuk mengangkat dosa, melepaskan beban, dan membebaskan setipa orang yang disalahkan. Pendeka kata aku adalah alas an yang selalu dikemukakan setiap kali ada kesalahan dan dosa. Aku adalah sosok yang menginginkan dan diinginkan, bahkan aku adalah keinginan itu sendiri. Aku adalah pelayan bagi setiap hamba-Nya. Bahkan aku adalah orang yang selalu mendorong para ahli ibadah untuk terus mengejar ilusi-iusi mereka tentang makna kesalahan.”

Prof. Dr. Youssef Ziedan, adalah seorang guru Filsafat Islam di Fakultas Adab Universitas Alexandria dan Kepala Pusat Manuskrip dan Bagian Museum Perpustakaan Alexandria ini sekitar sepuluh tahun yang lalu menemukan lembaran manuskrip milik seorang Rahib bernama Hypa yang berkebangsaan Arab dari Gereja Edessa yang menganut mazhab Nestorian. Sebelumnya, ada seorang yang pertama kali menemukan manuskrip ini adalah Bapa William Kazary. Terlepas asli atau tidak kisah hidup yang dituliskan manuskrip yang diduga tidak pernah dibuka selama lima belas abad silam ini, penelitian panjang yang dilakukan penerjemah membuktikan bahwa semua tokoh gerejawi yang dia sebutkan benar-benar ada. Demikian juga semua kejadian historis yang disinggungnya memang pernah ada. 

Perjalanan hidup yang ditulis saat Hypa berumur dua puluh tiga. Ketika dia menginjakkan kaki di Alexandria, seseorang menasehatinya bahwa ada banyak nama Tuhan dan Dewa di sana. Azazil selalu mengikutinya hingga akhir hayat. Segala tingkah laku dan kejadian yang dialami sedikit banyak dipengaruhi Azazil. Pergolakan hidupnya yang memiliki latar belakang trauma masa lalu hingga membawanya keimpian yang diidamkannya, yaitu mampu mengobati orang lain. Hypa menguasai empat bahasa, yakni bahasa Yunani, Ibrani,Koptik dan Aramaik. Hypa seorang pecinta buku sejati. Hanya buku yang bisa membuatnya berkeinginan untuk menyendiri.

Kisah hidupnya juga dibalut skandal cinta tak hanya satu wanita, tapi dua. Yang pertama, dia menjalin cinta kilat bersama Oktavia seorang penyembah berhala, seorang janda dari seorang lelaki miskin yang bekerja bersamanya di dalam rumah megah. Memiliki tiga sikap yang menyatu; kasih sayang yang lembut, keberanian dan kebinalan. Oktavia memberi nama Hypa menjadi Theosorus Poseidonius, dalam bahasa Yunani yang artinya hadiah ilahiah dari Dewa Poseidon. Sebaliknya, Hypa memanggil Oktavia dengan sebutan Temasmoni, dalam kata Mesir kuno yang artinya anak kedelapan.

Setelah Hypa berumur empat puluhan, dia kembali terlibat kisah percintaan bersama Martha, sang penyanyi gereja. Janda berumur dua puluh tahun ini meruntuhkan kembali iman Hypa yang sebelumnya telah menutup hati rapat-rapat. Kisah cinta terlarang ini pun kembali berakhir singkat.

Garis lurus itu hakikatnya harus ada di dalam ilusi kita, sedangkan faktanya segala sesuatu itu bergerak dalam lingkaran yang saling berkelindan bagaikan orbit beberapa planet yang kadang kala bersinggungan.

Manusia diasumsikan berawal dari sebuah titik kehidupan, kemudian bergerak dalam lingkaran ketika mengulangi kembali apa yang sudah dan selalu dilakukan oleh para pendahulu mereka hingga kembali ke titik awal: dari tiada menjadi ada untuk kemudian menjadi tiada lagi.

Sesungguhnya tidur adalah anugerah yang tiada terkira. Kalau manusia tidak pernah tidur, pasti mereka akan gila! Semua yang ada di dunia ini tidur, bangun dan kemudian tidur lagi, kecuali dosa-dosa dan kenangankenangan kita yang tidak pernah mengenal tidur sama sekali. Karena itu, kenangan-kenangan itu akan terus memburu kita ke mana pun dan di mana pun sehingga kita tidak pernah tenang.

Keseriusan adalah lawan kata dari kelinglungan karena hilang ingatan.

Kau boleh bersedih sebentar karena itu sudah tabiat anak manusia. Namun kesedihanmu akan pergi bersama berlalunya waktunya karena keadaan anak manusia selalu berubah.

Kehidupan ini sejatinya penuh maker yang bergerak diam-diam, membawa kita tanpa disadari melalui deretan ruang dan waktu, kemudian mengubah diri kita menjadi orang lain yang bisa jadi tidak akan dikenali lagi.

Kita tahu bahwa sebuah kosakata – kalau dipahami hanya sebagai sebuah kosakata – adalah netral dari dosa dan kesalahan; dosa-dosa seperti itu baru akan muncul saat kata-kata itu disusun sedemikian rupa menjadi kalimat.

Hypatia, putrid Mahaguru Theon, seorang filsuf besar ahli matematika beraliran Pythagoras.

Apakah kalau Adam dan Hawa tetap bertahan dalam surga, mereka akan menjadi mahluk yang abadi di dalamnya?

Semua kenangan dan nostalgia masa lalu pasti menyakitkan meski itu kenangan manis dan nostalgia indah sekalipun. Kenangan manis pun akan menyakitkan karena kita sedih karena hal itu sudah lewat.

Bagaimana kuatnya seorang manusia, tetap saja dia mahluk lemah. Kita semua mahluk lemah yang tidak mempunyai daya apa pun kecuali karena kasih sayang.

Jatuh cinta memang menimbulkan situasi yang berat di dalam jiwa.

Manusia dalam setiap masa selalu menciptakan sesosok tuhan sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya pada waktu itu. Jadi hakikat seorang tuhan bagi manusia adalah pola pandangnya, impian-impiannya yang mustahil terjadi dan juga harapan-harapannya.

Di covernya, tertulis bahwa buku ini dijuluki “The Arabic da Vinci Code” dan meraih The Arabic Booker Prize 2009, sebuah penghargaan bergengsi untuk novel yang terbit di Timur Tengah.

Setiap orang mempunyai setan sendiri yang menyertainya ke mana pun, termasuk diriku hanya saja Allah membantuku mengalahkannya hingga dia menyerah. (Imam Al-Bukhari)

dibaca oleh: 1554 pengunjung