Ulasan Buku THE VAMPIRE DIARIES (Truly Rudiono)

Pengarang : L.J Smith
Penterjemah : Salsabilah Sakinah
Penyunting :M. Sidik Nugraha
Penerbit : Atria
Halaman : 281

'Kenapa kamu membenciku?” tanya Elena
“Aku tidak membencimu,” jawab Stefan

"Dia tidak harus menyerahkan cahaya matahari hanya karena aku, " pikir Stefan

Saat reuni kuliah, seorang sahabat terheran-heran melihat salah satu pasangan yang dianggap (dulu) paling ideal malah tidak berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Sang wanita malah menikah dengan lelaki yang bertolak belakang dengan pasangannya dulu. “Tapi aku sangat mencintainya,” dalih sang wanita. “ Wanita memang makhluk yang paling aneh,” komentar sahabatku. “ Mereka cenderung memilih pasangan yang salah,mereka sering lebih menyukai badboy daripada mendapat lelaki yang sempurna,” tambahnya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Tidak semua wanita sahabatku...!

Elena Gilbert mungkin salah satunya. Elena Gilbert, gadis cantik berambut keemasan, Ratu Sekolah, perempuan yang mampu meluluhlantahkan setiap lelaki di sekolahnya. Alih-alih tetap menjalin hubungan dengan Matt Honeycutt, lelaki yang semula dianggap paling sempurna untuk mendampinginya, ia malah tertarik pada wujud Stefen. Murid baru di sekolahnya. "Ia tidak seperti anak laki-laki mana pun yang pernah kukenal" Tulis Elena dalam diary-nya

“Kamu selalu ingin semua orang dan segala hal mengelilingimu,Elena Gilbert,”  ucap Matt. Semua orang, namun bukan Stefan! Stefen jelas-jelas mengacuhkan Elena. Ia seakan meremehkan Elena dengan sengaja, terlebih di depan Caroline musuh bebuyutan Elena. Ia sengaja menolak tawaran Elena untuk menemaninya berkeliling sekolah dengan alasan harus mengikuti latihan football, yang semula ditolaknya. Ia juga datang ke pesta dansa dengan Caroline. Ia bertingkah seakan Elena tidak ada, padahal di kelas, duduknya hanya berbeda sekian kursi dengan Elena.

Tekad Elena untuk mendapatkan Stefan kian membara. Ia harus mendapatkan lelaki itu, bahkan jika itu akan membunuhnya. Tak peduli jika itu akan membunuh mereka berdua, ia harus mendapatkannya. Untuk itu ia tanpa ragu meminta bantuan Matt agar bisa mengenal Stefen lebih jauh. “ Kamu hanya ingin semua orang dan segala hal beredar sesuai keinginan Elena Gilbert. Kamu hanya menginginkan segala hal yang tidak kamu miliki,”  jawab Matt saat Elena meminta bantuannya. Matt yang masih mencintai Elena akhirnya bersedia membantu Elena. Cinta memang aneh!

Elana juga memanfaatkan posisinya sebagai ratu sekolah untuk mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan Stefan . “Apa gunanya menjadi ratu sekolah kalau kamu tidak memanfaatkannya sesekali.”  Alasannya saat meminta sesorang mencari jadwal kelas yang diikuti Stefan. Elena yang selama ini dipuja-puja orang , harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian Stefan.

Ramalan ngawur sahabatnya, kian memicunya untuk mendapatkan Stefan. “Kamu akan bertemu dengan orang asing yang tinggi dan berkulit gelap.”  Para sahabat meramalkan bahwa suatu saat Elena akan bertemu dengan pujaan hatinya. Untuk Elana, itu cukup menggambarkan sosok Stefan.

Namun, Elena tidak mengerti bahwa penolakan yang dilakukan Stefen sebenarnya memiliki alasan yang hanya dimengerti oleh Stefen sendiri. Penolakan Stefen atas pesona Elena sepertinya sia-sia. Ia bisa mendengarkan setiap helaan napas lembut gadis itu, merasakan auranya yang hangat di punggungnya, merasakan setiap denyut manis nadinya. Yang mengerikan, ia terhanyut ke dalamnya. Lidahnya maju-mundur menyapu gigi taringnya, menikmati sensasi sakit yang menyenangkan di sana. Ia akan menghirup aroma itu dalam-dalam, dan membiarkan imajinasi itu bermain-main dalam pikirannya.

Ternyata Stefan tidaklah seperti yang diperkirakan Elena. Ia menyimpan rahasia kelam dalam kehidupannya. Namun kelembutan Elana mampu mengalahkan kekuatan liar yang ada dalam diri Stefan. Hanya saja,semuanya tidak berjalan seindah yang dibayangkan Elena.

Banyak hal aneh juga menakutkan yang dialami Elena. Terutama sejak mengetahui rahasia kelam Stefan. Rahasia kelam dan hal-hal menakutkan itu antara lain................ Ah susah dijabarkan, pokoknya menegangkan. Baca sendiri deh, dijamin merasakan sensasi yang seru ^_^

Belakangan,sepertinya kian banyak buku dengan mengambil sosok vampir sebagai tokoh utama. Termasuk buku ini. Namun buku ini mengambil setting anak SMU sehingga kisah romantis yang ditawarkan lebih segar, tidak njelimet bak benang kusut. Kesan horor yang ditawarkan juga masih dalam batas wajar.Hal ini cocok dengan para pembaca Atria yang umumnya para kaum muda, eh juga mereka yang berjiwa muda he he he.

dibaca oleh: 1825 pengunjung