Diary si Bocah Tengil: Rodrick Rules

Buku kedua dari Seri Diary Si Bocah Tengil, kali ini bercerita mengenai kejadian yang dialami oleh tokoh utama, Greg Heffley ,antara kurun waktu Bulan September hingga Bulan Desember. Namun kali ini menekankan pada sikap semena-mena kakaknya Rodrick.

Sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, Greg sering berada dalam kondisi yang tidak mnyenangkan. Kakeknya sangat menyayangi Rodrick, sementara sang nenek menyayangi Manny. Kedua orang tuanya yang biasa dipanggil Mom dan Dad, cenderung bersikap pasif akan keberadaannya, namun mereka sangat  super protektif terhdap Manny.Greg harus pandai menempatkan diri .

Walau sebenarnya ini merupakan buku hiburan, namun jangan salah, banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Misalnya saja. Greg menjawab telpon yang ternyata diperuntukkan bagi Mom dari Mrs  Gilman -POMG . Saat itu Greg sedang  dalam masa percobaan untuk dihukum. Ia tidak boleh berbohong! Maka sewaktu Mom meminta ia mengatakan bahwa ia  tidak ada d rumah, Greg meminta Mom untuk pergi ke teras depan dan mengatakan pada Mrs. Gilman bahwa Mom sedang tidak ada di dalam rumah sekarang. Greg memang tidak bohong! Mom sedang berada di luar rumah

Kontras bukan?, di satu sisi Mom  ingin menanamkan sikap jujur, disatu sisi ia menyuruh anaknya berbohong. Tanpa sadar kita juga sering melakukan hal itu, walau dengan dalih bohong untuk kebaikan.

Tapi tidak selamanya Rodrick bersikap semena-mena terhadap Greg. Kadang ia juga bersikap sebagai kakak yang baik , bersekongkol dengan Greg dalam sebuah muslihat. Suatu hari, Mom menyuruh mereka membrsihkan umput kering di rumah nenek. Untung satu karung yang terisi daun kering, Mom akan membayar $100 dalam bentuk Duit Ibu. Rodrick memberitahu bagaimana cara kerja yang “Benar” versi dirinya. Greg seharusnya mengikat kantong lebih dekat ke bagian dasar, sehingga ia bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya plus jumlah kantong yang terisi semakin banyak, berarti Duit Ibu yang mereka dapat juga semakin besar jumlahnya.

Walau banyak terdapat kekonyolan, akhir buku ini ditutup dengn pelajaran moral yang menyentuh. “ Dan walaupun Rodrick kadang-kadang bisa bertingkah sangat menyebalkan, dia TETAP kakakkku “ Greg dengan sukarela membantu  Rodrick menyelesaikan sebuah proyek guna Festifal Sains. Jika Rodrick tidak mengumpulkan proyeknya, ia akan didepak ke luar sekolah. Maka walau hanya untuk sekali, mereka berdua bekerja bersama sepanjang malam, dan mereka berhasil melakukannya dengan baik.

Menulis catatan harian belakangan sudah bukan kebiasaan kaum Hawa saja.  Menulis catatan harian atau yang dikenal dengan istilah diary, sudah merambah dunia kaum Adam.

A. Fuadi, salah satu kaum Adam yang merasakan manfaat menulis diary. Dari diary, munculah bukunya Negeri 5 Menara.

Di era tahun 80, ada sebuah siaran radio remaja bertema catatan harian. Penyiaran akan membacakan catatan harian atau disebut diary dari seseorang hingga menjadi sebuah runtunan kisah.Diary yang dibacakan bisa didapat dari berbagai sumber.

Karena merupakan kisah nyata, kadang kala nama pelaku diubah.Kalimat pertama yan berbunyi "Dear Diary...."meledak di kalangan anak muda. Demam diary merambah

Masih di radio yang sama. ada sebuah program yang berjudul Catatan Si Boy. Tokohnya seorang anak muda dari golongan menengah ke atas namun gemar beribadah, tidak tinggi hati.  Program tersebut malah sudah difilmkan dan meledak dipasaran

Untuk beberapa lama, buku dengan tema catatan harian mulai  bermunculan.
Namun tidak semua sukses di pasaran. Pengalaman membeli beberapa buku dengan tema catatan catatan harian  ternyata mengecewakan! Hal-hal yang dianggap lucu, ternyata biasa saja Hal-hal yang ditonjolkan penulisnya, bukan hal yang benar-benar mengasyikan atau hebat

Buku Diary si Bocah Tengil benar-benar berbeda! Selain cover yang berbeda dengan yang lain, tata letak isinya benar-benar menyegarkan! Format yang dibuat seakan-akan tulisan tangan sang tokoh. Karikatur yang dibuat mempertegas isi diary. Jika malas membaca..., cukup melihat karikatur saja sudah bisa memahami isi diary plus tertawa dengan lepas.

Moga-moga, buku Diary si Bocah Tengil ini bisa berlanjut.


Chandra Devi

dibaca oleh: 2489 pengunjung