Alice In Wonderland

Judul            : Alice in Wonderland

Pengarang    : Lewis Carroll

Penerjemah  : Khairi Rumantati

Penyunting   : Jia Effendie & Ida Wajdi

Halaman       : 175

Penerbit        : Atria


 


PERINGATAN !


   1. Dilarang mengikuti kelinci dengan mata merah muda yang menggunakan jas panjang serta mengeluarkan jam dari saku jas dan terus menerus mengatakan “Aku pasti terlambat”

   2. Dilarang makan dan minum sembarangan, tubuh bisa melebar, meninggi dan mengecil.

   3. Dilarang mengatakan dan berbuat sesuatu yang bisa menyinggung perasaan Ratu Hati jika tidak ingin terkena hukuman  kepala dipenggal.



     Peringatan  itu bukan dibuat asal, namun  dibuat berdasarkan pengalaman Alice yang tersasar dan mengalami petulangan aneh di  negeri ajaib. Negeri yang tidak  bisa dilihat keberadaannya di dalam peta.


     Tertarik mengikuti seekor kelinci putih dengan mata merah muda yang menggunakan jas panjang serta mengeluarkan jam dari saku jas dan terus menerus mengatakan “Aku pasti terlambat”, Alice terjatuh ke dalam lubang kelinci dan terdampar di negeri ajaib. Di negeri ajaib, Alice bertemu dengan penghuni yang serba ajaib.


       Saat terjatuh ke dalam lubang, Alice sudah menemukan berbagai hal ajaib. Di sekeliling sisi lobang terdapat lemari rak buku. Di akhir lubang, ia menemukan sebuah meja dengan tiga kaki dari kaca yang kokoh, diatasnya terdapat sebuah botol kecil dengan tulisan ”Minum Aku” Akibatnya tubuhnya mengecil menjadi sebesar  25 cm.


        Di negeri ajaib, Alice bertemu dengan seekor Ulat Bulu yang sedang duduk di atas jamur, mengisap Hookah panjang dengan tenang. Jamur fek yang didudukinya mempunyai efek yang berbeda dikedua sisinya. Alice harus berhati-hati dalam memilih. Jika tidak bijaksana, Alice akan mengalam kesulitan, karena ia tidak bisa begitu sama menemukan sesuatu yang bisa dimakan atau diminum guna memperbesar atau memperkecil tubuhnya.


         Alice juga menghadiri upacara minum teh yang aneh dengan Kelinci Bulan Maret, Pembuat Topi, dan Tikus Asrama. Walau meja sangat luas, namun mereka hanya duduk di satu sisi saja.


         Di lapangan kriket, Alice bertemu dengan Sang Ratu Hati. Sang ratu memerintahkan agar seluruh bunga mawar yang berwarna putih diubah menjai merah.  Bolanya adalah para landak, pemukulnya adalah flaminggo, dan para prajurit harus melengkungkan diri masing-masing dan berdiri di atas kaki dan tangan mereka sehingga membentuk busur,


        Namun Alice tidak merasa senang bermain disana. Sang ratu sepertinya hanya tahu satu hal untuk menyelesaikan masalah, baik untuk masalah sepele atau masalah besar , penggal kepala! Siapa pun yang dikenai hukuman akan dibawa dan ditahan oleh para prajurit. Para prajurit tersebut tentu saja bergerak dan meninggalkan posisinya sebagai busur agar dapat melaksanakan perintah ini. Dalam satu setenah jam berikutnya, semua posisi busur sudah habis dan para pemain kecuali Raja, Ratu dan Alice


         Untung saja, saat ratu ingin memenggal kepala Alice, ia sudah berhasil kembali ke ukuran tubuhnya semula dan berusaha menghalau mereka.  Sungguh pengalaman yang mendebarkan bagi Alice.


          Alice in Wonderland diciptakan oleh Lewis Carroll pada tahun 1865. Hingga saat ini banyak versi yang sudah beredar.  Baik dalam bentuk buku maupun film. Tokoh anak perempuan dengan  memakai baju biru dan berambut pirang akan selalu diingat sebagai tokoh Alice in Wondeland.


          Bait-bait  puisi di depan yang berbunyi,   


“...........................


 Alice! Kisah yang ajaib


      Dan perlahan


Membenamkannya ke dalam mimpi kanak-kanak


       Di dalam saraf ingatan yang penuh mistis


Ibarat rangkaian bunga kering para pengelana


        Dipetik dari negeri nun jauh di sana”


 


Sangat cocok untuk menceritakan versi ringkas mengenai buku ini. Selain kertas yang memang dibuat beda, setiap halamannya mengandung cerita yang mendebarkan.


Truly Rudiono

dibaca oleh: 3389 pengunjung