Tiga tindakan yang menimbulkan efek negatif [Terapi Berfikir Positif]

Pikiran negatif dapat mempengaruhi tubuh secara langsung, tidak percaya ? Buka saja buku Terapi Berpikir Positif karya Dr. Ibrahim Elfiky terbitan Zaman halaman 188.

Dari penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Universitas Stanford tentang kekuatan pikiran negatif dan pengaruhnya terhadap organ tubuh, didapat saat pikiran negatif seseorang muncul, lambung akan mengeluarkan asam yang sangat kuat. Bahkan tikuspun akan mati jika memakan makanan yang diolesi asam tersebut. Wow…

Siapapun yang membacanya pasti akan hanyut kedalam emosi, kaget mungkin, dan bisa jadi serta merta muncul niat untuk mengurangi kebiasaan berpikiran negatif. Reaksi yang wajar menurut saya.

Membaca buku ini seperti sedang mengupas bawang satu persatu, lapisan demi lapisan pikiran yang menyelimuti sepanjang hidup seakan direview yang pada akhirnya saya berharap ada perbaikan diri.

Tapi ada sebuah pertanyaan penting sebelum mendapatkan perubahan yang lebih baik. Pikiran-dan tindakan saya manakah yang termasuk kedalam pikiran negatif ? Jangan-jangan semuanya.

 

Tindakan yang dapat menimbulkan efek negatif menurut  Dr. Ibrahim Elfiky lewat bukunya Terapi Berpikir Positif ada 3 poin.

Dari 3 poin yang disampaikan, poin terakhir cukup membuat saya terkejut karena tidak menyangka dapat menimbulkan efek yang besar, ketiganya adalah :

Mencela, karena akan menghilangkan semangat untuk menghargai orang lain. Sesuatu yang dicela pastilah sesuatu yang dianggap buruk, dimana anggapan itu sangat gampang berubah, tergantung siapa, apa dan bagaimana. Sangat subyektif sekali. Mengkritik, dapat menimbulkan rasa tidak berguna dan bisa memancing amarah. Karenanya tidak mudah melakukan kritik karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Membanding-bandingkan, menimbulkan rasa rendah diri, tidak puas, dengki, maupun sedih.

Tidak salah jika ketiganya disebut Dr, Elfiky sebagai tiga pembunuh utama karena efeknya mempengaruhi jiwa orang yang melakukannya ataupun orang yang lain.

Bagaimana beliau memasukkan yang terakhir kedalam golongan tiga pembunuh ini cukup membuat saya bertanya-tanya. How come ? Apa yang salah dengan membandingkan dua atau lebih benda, dua atau lebih sifat, dua atau lebih orang, dan lain-lain.

Menurut tangkapan saya, yang menjadi problem bukanlah membanding-bandingkannya tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh bagaimana respon pikiran setelah melakukannya. Misal membandingkan kekurangan diri dengan kelebihan orang lain. Jika hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan motivasi agar lebih baik, no problem. Tidak jika sebaliknya!

Namun tdk saya pungkiri bahwa sebagian besar sumber gibah adalah berawal dari tindakan ini, baik secara terang-terangan maupun tersirat.

-Welly Ardhana-

http://wellyardhana.com/tag/terapi-berpikir-positif/

 

dibaca oleh: 2222 pengunjung