Dewey Readmore Books

Pengarang       : Vicky Myron dan Bret Witter

Penterjemah    : Istiani Prayuni

Penyunting      : Mita Yuniarti, Anton Kurnia

Hal                  : 400

Penerbit           : PT Serambil Ilmu Semesta

                         Cetakan 1, September 2009

             Ada beberapa alasan yang tidak bisa ditawar lagi, yaitu: bulunya bisa menyebabkan asma & alegiku kambuh, kotorannya bisa menghambat seorang wanita hamil, kebiasaan menempelkan diri minta dielus atau sikap manjanya berlari diantara kaki  sangat mengganggu. Tiga  hal yang menyebabkan aku tidak suka kucing. Walau untuk beberapa orang, dianggap mengada-ngada.

             Makanya jika  ada kucing berkeliaran, aku pasti menjauh. Jika bertamu ke rumah yang pemiliknya penggemar kucing, rasanya sangat tersiksa! Seakan melihat koleksi buku mau dirampok orang tanpa bisa berbuat apa-apa. Apalagi jika yang punya memaksa memegang, bisa langsung pamit pulang. Itu juga yang menyebabkan aku tidak suka tokoh kartun Hello Kitty.

             Lalu muncullah Dewey. Apa istimewanya Dewey, dia toh hanya seekor kucing? Pertanyaan yang sering diajukan orang banyak, termasuk diriku saat melihat fotonya yang dijadikan cover buku.

             Namun tidak bagi Vicky Myron serta seluruh penduduk Kota Iowa! Dewey bisa dikatakan sebagai kucing yang membawa berkah bagi seluruh kota.  Senin, 18 Januari 1998, saat pertama kali menemukan Dewey di  sebuah box pengembalian buku perpustakan, Vicky tidak mengira betapa besarnya pengaruh Dewey bagi kehidupan  seluruh warga Kota Iowa, bahkan kehidupan  pribadinya.

             Dimulai dari hal kecil, yaitu mempersatukan seluruh karyawan di perpustakaan yang selama ini terpecah belah, membuat hubungan Vicky dan anak gadinys membaik, membantu penyembuhan seorang anak yang duduk di kursi roda, hingga membangkitkan semangat hidup seorang pria tua yang hidup sendiri sejak istrinya meninggal.

             Dewey Readmore Books selama bertahun-tahun kehidupannya telah membantu Vicky melewati masa-masa sulit. Setiap akhir pekan, Dewey menjadi tamu kehormatan di rumah Vicky. Setiap pagi, saat Vicky tiba di perpustakaan, Dewey akan menyambut berdiri manis di depan pintu masuk, saat sore Vicky akan kembali kerumahnya diiringi lambaian tangan Dewey. Bahkan Deweysecara tidak langsung ikut berperan dalam kelangsungan hubungan Jody, anak Vicky dengan kekasihnya.

             Bukan hanya harga kota Iowa saja yang mencintai Dewey. Sebuah keluarga kecil datang dari Rhode  Island hanya untuk bisa bermain dengan Dewey. Tidak hanya mereka, beberapa pengunjung dari Washington, Utah, California dan lainnya juga datang berkunjung. Bahkan salah satu stasiun televisi dari Jepang juga mengirim utusan untuk melakukan peliputan mengenai Dewey.

             Dewey sepertinya kucing yang berbeda.Dewey  bisa menyatukan seluruh kota dengan pesonanya. Walau banyak binatang yang diidolakan dikota tersebut, kebanyakan hanya tokoh kartun bukan binatang asli. Sedangkan Dewey, seekor kucing mampu membuat orang2 terkagum-kagum.Saat diadakan kuis untuk menentukan nama Dewey, pisah perpustakaan menerima sekitar 300 lebih kartu pos!  Hadiah ulang tahun dan Natal yang diterimanya sungguh merupakan perwujudan kasih sayang orang-orang kepada dirinya.

                Walau aku tidak suka kucing, namun harus diakui, Dewey telah berjasa pada orang banyak dan kota. Jadi mungkin kalau dia masih ada dan menempelkan badannya, saya bisa memberikan sedikit toleransi dengan tidak bergegas pindah tempat

-Truly Rudiono-

http://www.goodreads.com/user/show/1731272-truly

dibaca oleh: 1144 pengunjung