Sahara: Ketika Aladdin, ali Baba, dan Sinbad Bertarung Dengan Jin Sakti

Category:BooksGenre: Science Fiction & FantasyAuthor:Nugraha Wasishta

Setelah membaca ulasan di sebuah blog berisi kumpulan fantasi lokal, sebagai pencinta genre fantasi, gw menyambut kedatangan novel ini dengan karpet merah, membelinya maksudnya, biasanya meminjam di taman bacaan atau teman. Hehe. Maklum mahasiswa.

Sinbad mengawali cerita dengan tertangkapnya dia oleh seorang perompak. Dia yang seorang mubalig—penyebar ajaran agama Islam—terus mendesak perompak itu untuk memilih tobat atau mati. Perompak itu tentu saja menolak. Sinbad pun dapat meloloskan diri dengan aksi-aksi yang seru dan akhirnya berhasil menghanguskan kapal perompak itu. Itu menandakan betapa hebatnya dia dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

Di sisi lain, Ali Baba berhasil mengelabui penculiknya, malah mencuri harta dan mengurung mereka di ruang penyimpanan rahasia.

Abdul Karir, seorang pengusaha kaya yang sebelumnya adalah penjahat, memanggil Sinbad untuk menangkap pencuri yang berniat mengambil permatanya setelah mendapatkan surat pemberitahuan dari pencuri itu. Sinbad dan Ali Baba pun bertemu.

Ali Babalah pencuri itu.

Terjadi kejar-kejaran yang menegangkan dengan aksi-aksi Hollywoodish diselipi dengan kejadian lucu sampai akhirnya Ali Baba terjebak antara pasukan Abdul Karir dan Sinbad. Lalu tiba-tiba pasukan itu roboh karena dengan permadani terbangnya, Aladdin menolong dan membawa mereka ke kerajaannya. Ia meminta mereka berdua untuk membantunya mendapatkan lampu ajaibnya yang dicuri. Di sana mereka bertemu dengan perampok makam yang jahat, Roughstone dan anak buahnya, yang juga berniat mencari lampu ajaib itu.

Gaya bahasanya mengalir, penjelasannya tidak terlalu detail dan boros seperti novel fantasi luar sehingga membebaskan kita untuk membayangkannya sendiri. Dialog-dialognya cerdas. Banyak kutipan-kutipan yang menarik di dalamnya. Cerita digiring oleh dialog dan sikap yang setiap karakter ambil di setiap masalah. Hebat. Tidak ada karakter hitam dan putih, Sinbad yang mubalig ternyata memiliki dendam yang samar, Ali Baba, Roughstone dan anak buahnya pun memiliki kebaikan. Yang lebih mengesankan adalah plot twist di akhir yang sepertinya wajib dimiliki novel fantasi.

Kelemahannya mungkin sedikit seperti ada kata tuyul di dalamnya. Tuyul eksis juga toh di Turki? Agak aneh sih, tapi gak mengganggu cerita.

Kutipan terfavorit
“Justru itulah persahabatan sejati. Kita bisa bertengkar, mengeluarkan semua isi kepala kita dengan terus terang, tanpa khawatir ada yang benar-benar tersinggung.”—si Kumis, hal 272.



http://fauziatma.multiply.com

dibaca oleh: 1984 pengunjung