Pembalap di Mata Seekor Anjing

Judul buku: The Art of Racing in the Rain ( ENZO)
Pengarang: Garth Stein
Penerbit asli: HarperCollins Publishers, New York, 2008
Penerjemah: Ary Nilandari
Penerbit edisi Indonesia: Serambi, Jakarta, April 2009
Tebal: 408 halaman

Subjudul buku ini mengagetkan, Novel tentang Seekor Filsuf, yang mendorong saya membacanya sampai tuntas dalam waktu singkat.

Di dalam sastra kita mengenal fabel, yakni cerita yang tokoh-tokohnya berupa binatang namun binatang itu sebagai representasi dari watak manusia. Kita mengenal Animal Farm di dalam bahasa Inggris. Ada pula kisah mengenai binatang, yakni benar-benar cerita tentang binatang. Ada Black Beauty, cerita tentang seekor kuda hitam yang cantik yang bahkan sampai difilmkan. Namun sejauh itu, ceritanya memang tentang seekor binatang dengan sifat-sifat binatangnya.

Novel ini unik sebab seekor anjing yang diberi nama Enzo menjadi pengkisah (narrator) dari seluruh novel ini, kecuali bab terakhir. Semua kejadian di dalam cerita ini dilihat melalui matanya yang terlatih melihat dan berpikir seperti manusia lantaran dia “dilatih” oleh Denny, seorang pembalap ulung.

Denny adalah raja di dalam sirkuit basah, karenanya judul novel ini The Art of Racing in the Rain (Seni Membalap di Bawah Guyuran Hujan), walau di dalam versi Indonesia ini nama pelaku utama --yakni Enzo --dicetak dengan huruf besar, ENZO, dan huruf O berupa ban mobil balap. Gambar depan seekor anjing sedang duduk dengan mata mengawasi. Di dalam novel ini Enzo memang bercerita bahwa dia mengamati semua kejadian di sekitarnya: tentang kehidupan Denny, Eve istrinya, dan kemudian Zoe puteri mereka semata wayang.

Enzo belajar mengenai balapan mobil dari Denny, yang sering memutar rekaman sejumlah balapan yang direkam oleh kamera yang diletakkan di atas kepala sang pembalap saat dia mengemudikan mobil balapnya. Dia bahkan pernah diajak duduk di dalam mobil balap sebagai “instruktur” yang berkewajiban menyalak bila memberitahu kecepatan harus ditambah. Dengan cara ini Enzo dapat mempelajari balapan dari dalam diri si pembalap, dapat merasakan dan memahami lika-liku balapan, berbagai macam sirkuit dan juga bermacam situasi, baik kering maupun basah.

Di dalam novel ini kita belajar banyak tentang balapan dan pengalaman-pengalaman pembalap besar dari zaman dulu sampai Schumacher. Melalui rekaman itu Enzo belajar banyak mengenai balapan dan mengenai manusia. Pengetahuannya tentang manusia dan dunia serta alam semesta didapatnya dari menonton berbagai acara TV sampai acara National Geographic. Dia juga belajar bahwa di Mongolia anjing bisa lahir kembali sebagai manusia, dan Enzo secara sadar menyiapkan dirinya untuk mati dan lahir kembali sebagai manusia yang sudah siap dengan bekal pengetahuan manusia saat dia masih menjadi anjing.

Denny sebagai pembalap terkemuka tak heran punya banyak fans, di antaranya Annika, gadis 15 tahun yang merasa bahagia karena bisa dekat dengan Denny dan saat pulang dari arena balap menumpang mobil Denny yang terkurung hujan salju sehingga perjalanan pulang memakan waktu lama. Annika menelepon orang tuanya bahwa dia menumpang mobil Denny dan akan menginap di rumahnya serta esok paginya akan diantar pulang. Dalam keadaan kelelahan setelah mengemudi cukup lama Denny tertidur dan Annika yang selesai mandi dalam pakaian mandi milik Denny mencoba menggoda Denny yang tertidur dengan berpose tanpa busana. Enzo yang menyaksikan hal itu menyalak sampai Denny terbangun dan mengingatkan Annika bahwa dia sudah beristri dan menolak ajakan gadis itu bekali-kali. Enzo adalah saksi mata.

Kelak ketika Eve meninggal lantaran sakit tumor otak, hak pengasuhan Zoe dipersoalkan oleh mertua Denny yang kaya raya dan salah satu butir tuntutannya adalah bahwa Denny pernah melakukan pelecehan seksual pada seorang anak di bawah umur.

Urusan pengadilan masalah ini menguras harta Denny sampai dia harus menjual rumahnya dan pindah ke sebuah apartemen kecil, dan Denny dilarang bekerja di luar Negara Bagian Washington padahal banyak tawaran dari tempat-tempat lain termasuk dari Italia. Tahun-tahun berlalu, Enzo yang terserempet mobil makin sakit dan membutuhkan banyak biaya untuk perawatannya, dan Denny berganti pengacara dari Mark Fein yang bombastis dan menguras uangnya kepada Lawrence yang kalem lantaran Mark diangkat sebagai hakim.

Pengadilan terhadap kasus Denny memang unik sebab Lawrence berhasil meyakinkan sidang bahwa ada seorang saksi, yakni seekor anjing. Dengan menggunakan synthesizer suara khusus yang dikembangkan untuk Stephen Hawking, Enzo bersaksi. Getaran di dalam otaknya diubah menjadi suara manusia, dan karena itu Annika mengaku dan mencabut tuntutannya. Denny bebas mengasuh Zoe dan bebas bekerja di mana saja, termasuk memenuhi undangan Luca di Italia yang menawarinya bekerja untuk Ferrari.

Pada Bab 58 dikisahkan tentang kematian Enzo dari mata Enzo. Bab terakhir unik, satu-satunya bab yang diberi judul “Imola, Italia”. Bab 1 sampai 58 hanya ditulis dengan angka. Di dalam bab ini pengkisah bukan lagi Enzo tetapi orang ketiga dengan menggunakan sudut pandang orang ketika. Saat itu Zoe sudah menjadi gadis remaja, tinggal di Italia bersama ayahnya. Di sirkuit balap, Denny memenangi balapan musim ini di atas mobil Ferrari Nomexnya, dia merupakan fenomena unik, dalam usianya yang tua. Ke arena balap itu datanglah seorang tua Italia dari Napoli membawa anak lelakinya penggemar Denny dan ingin berkenalan dengannya. Ketika memperkenalkan diri dia menyebut namanya: Enzo. Denny tertegun dan kemudian mengatakan hal itu mengingatkannya kepada seorang teman lama.

Lepas dari kebenaran tentang anjing yang bisa lahir kembali sebagai manusia, novel ini sungguh menakjubkan karena detail mengenai balap mobil dapat diungkapkan dengan bahasa lugas oleh sekor anjing yang oleh pengarangnya dijuluki sebagai seekor filsuf. Pujian yang diberikan oleh The Seatle Times, The Oregonian, serta The Portland Oregonian memang tak berlebihan. Novel ini disejarkan dengan The Alchemist (Paulo Coelho) dan Life of Pi (Yann Martel). Kita juga belajar mengenai alam Seattle yang terkenal sebagai wilayah kaya air dengan menara Space Needle-nya dari mana kita bisa memandang wilayah indah itu. Memang benar-benar ajaib.

Sunaryono Basuki Ks, Novelis Tinggal di Singaraja

dibaca oleh: 1794 pengunjung