Indonesia dari Abad ke Abad

Judul: Sejarah Indonesia Modern 1200-2004

Penulis: MC Ricklefs

Terbit: April 2005

Tebal Buku: 784 halaman


MASUKNYA Islam di bumi Nusantara mengawali suatu rentangan waktu yang disebut Ricklefs sebagai Indonesia Modern . Ia mengajukan tiga unsur fundamental yang menurutnya telah mempersatukan periode tersebut sebagai "sebuah unit sejarah yang padu".


Yang pertama adalah unsur kebudayaan dan agama: Islamisasi Indonesia yang dimulai tahun 1200 dan berlanjut hingga hari ini. Yang kedua adalah unsur topik: saling pengaruh antara orang Indonesia dan orang Barat yang dimulai tahun 1500 dan masih berlanjut. Yang ketiga adalah historiografi: Sumber-sumber primer sepanjang periode ini ditulis hampir secara eksklusif dalam bahasa-bahasa Indonesia modern (Jawa, Melayu, dan seterusnya, bukannya Jawa Kuno atau Melayu Kuno), dan dalam bahasa-bahasa Eropa.


Dengan mendasarkan penelitiannya pada puluhan jurnal dan lebih dari lima ratus buku, Ricklefs yang pernah mengajar di Sekolah Kajian Oriental dan Afrika (University of London) dan Monash University ini, mengisahkan perjalanan bangsa Indonesia dari zaman ke zaman yang penuh warna, lengkap dengan aneka persoalan dan pertikaian internal maupun eksternalnya.


Di balik struktur narasinya, buku ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana komunitas-komunitas dari berbagai kepulauan Indonesia , dengan rupa-rupa etnis dan bahasa dan tersebar ke dalam negara-negara kerajaan yang terpisah-pisah, bisa bersatu menjadi sebuah bangsa modern .


Buku yang cukup tebal ini dibagi dalam enam bagian dengan 25 judul bab. Penulis memulai buku ini dengan kalimat, "Penyebaran Islam merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam sejarah Indonesia , tapi juga yang paling tidak jelas." Kemudian dia menutup bukunya dengan kalimat, "Dengan dipilihnya SBY oleh rakyat Indonesia secara langsung dan dengan dukungan yang sekuat itu, maka pada tanggal 20 Oktober 2004 SBY dilantik sebagai Presiden Indonesia ke-6 dengan amanat rakyat yang paling kuat sepanjang sejarah Indonesia merdeka." (S-27)

dibaca oleh: 1463 pengunjung