Dunia yang Kejam

Judul : Natasha Menyibak Perdagangan Seks Dunia
Penulis : Victor Malarek
Penerbit : PT. Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : Pertama 1 Februari 2008
Tebal : 258 halaman

Pada satu sisi saya sepakat dengan banyak orang yang menyatakan bahwa kita telah terbebas dari zaman jahiliyah dan kita telah berada pada zaman yang penuh peradaban yang terang benderang. Akan tetapi mengikuti perkembangan zaman saat ini, pernyataan itu seakan menjadi buyar ketika mendengar berita ada empat orang siswa Sekolah Dasar memperkosa dua teman perempuannya. Kabar lain memberitakan bahwa seorang remaja SMP diperkosa oleh sebelas orang teman lelakinya. Belum lagi ketika membaca di koran-koran ada bapak yang memperkosa anaknya. Pernyataan bahwa dunia menuju masa yang beradab semakin buyar ketika mambaca buku Natasha Menyibak Perdagangan Seks Dunia karangan Victor Malarek ini.
Setelah membaca lembar demi lembar penderitaan lebih dari dua juta perempuan korban perbudakan seks yang dipaparkan Victor Malarek, justru pikiran pembaca akan dibawa kepada kesimpulan bahwa dunia semakin tidak beradab. Bahkan mereka-mereka yang terlibat mata rantai perbudakan manusia itu lebih kejam dari pada binatang.

Olenka, seorang gadis Ukraina yang berumur sembilan belas tahun mengaku telah diperkosa sebanyak 1.800 kali oleh lelaki-lelaki dengan berbagai latar belakang usia dan profesi, selama tiga tahun. Setiap kali diperkosa, para pemakainya itu membayar $50 kepada majikannya. Sedangkan Olenka tidak menerima satu senpun dari uang yang berjumlah hampir 1 milyar rupiah itu. Bahkan menurut pengakuan Olenka kepada penulis buku ini, dia pernah digilir oleh dua belas orang tentara penjaga perdamaian PBB.

Pada waktu lain Olenka dijual kepada tentara-tentara Amerika, Kanada, Inggris, Rusia, Perancis. Selain itu dia juga harus melayani pekerja sosial dari berbagai lembaga internasional, yang berbondong-bondong ke daerahnya sesudah konflik. Dari sekian banyak “pemakainya” itu, Olenka seringkali minta pertolongan untuk dibebaskan dari penderitaan itu, tetapi mereka malah menyampaikan kepada “pemilik” Olenka, bahwa dia ingin melarikan diri. Akibatnya Olenka dipukuli dan dikurung tiga hari di dalam gudang tanpa diberi makan. Dalam suatu kesempatan Olenka akhirnya diselamatkan oleh penggerebekan bar yang dilakukan oleh International Police Task Force (IPTF) PBB. Olenka mengaku kepada Victor Malarek saat wawancara, bahwa delapan orang dari polisi PBB yang membebaskannya itu pernah memperkosanya. Seperti cerita khayalan saja kedengarannya, tetapi kadang dunia realitas lebih kejam dari apa yang ada dalam khayalan manusia.

Pada bagian lain, Victor Malarek, wartawan asal Ukraina yang telah menjadi wartawan selama 30 tahun ini mengungkapkan bahwa dibeberapa negara seperti Rusia, Serbia, Israel, dan Bosnia, mengungkapkan bahwa penjajahan terhadap perempuan sudah melewati ambang batas.

Di Rusia saat negara itu sedang terpuruk dalam kehancuran pasca perpecahan, ribuan gadis muda yang putus asa terjerat iming-iming pekerjaan bergaji tinggi, tanpa mereka sadari mereka telah dijerumuskan ke dalam lembah hitam prostitusi. Di Serbia, ketika masyarakat masih dihantui ketakutan perang saudara, negara itu telah menjadi tempat dikumpulkannya gadis-gadis dari seantero Eropa Timur untuk digojlok dan disiksa sebelum dijual sebagai budak seks keberbagai negara.

Sementara itu, di Israel, bisnis seks terus menerus meraup untung karena besarnya permintaan perempuan muda Eropa Timur. Yang lebih mengejutkan di negara itu, kalangan ortodoks agama bukannya mengecam prostitusi, malah mereka yang menjadi pelanggan utama. Di Bosnia, ketika pasukan PBB hadir untuk menengahi perang saudara di negara itu, justru kehadiran pasukan PBB itu menjadi malapetaka bagi ribuan gadis kecil dan perempuan yang belum sempurna muda. Mereka menjadi korban perkosaan dan perdagangan yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian dunia.

Walaupun Malarek tidak membahas tentang penjualan perempuan di Indonesia, bisa jadi dari tulisan hasil investigasinya itu Indonesia juga tidak dapat melepaskan diri dari petaka global itu. Siap-siap saja suatu ketika anak-anak perempuan anda hilang ketika pulang sekolah, lalu beberapa bulan kemudian dia sudah ada di Yunani atau Israel. Atau berhati-hati ketika melepaskan anak anda pergi ke kota untuk melanjutkan pendidikan, bisa jadi sebulan di kota dia sudah diperkosa oleh agen-agen trafiking (perdagangan perempuan) dan kemudian disekap dan dijual, tanpa anda bisa menyelamatkannya.

Peresensi Azwar: Pecinta Buku

dibaca oleh: 3314 pengunjung