Selamatkan Islam Dari Muslim Puritan!

Di bawah serbuan gencar modernitas, muslim puritan dan
muslim moderat saling berebut klaim “kebenaran iman Islam”. Masalahnya, muslim
puritan tak peduli pada “Islam yang hidup” di masa kini maupun dalam sejarah.
Mereka malah menggandrungi “Islam yang dibayangkan”, baik sebagai mitologi masa
silam maupun utopia masa datang. Mereka agresif, bersuara lantang, dan didanai
dengan baik. Yang terburuk dari semua itu, mereka berhasil melakukan aksi
kekerasan mengerikan sehingga menyentak kesadaran semua orang, termasuk
nonmuslim.
Buku ini menyeru
mayoritas-diam untuk mengakhiri kebungkaman. Tradisi moral Islam telah dicuri
dan dihancurkan oleh minoritas-bersuara-lantang. Tak pelak, muslim moderat
harus merebut hati dan pikiran muslim dan nonmuslim seluruh dunia. Mereka mesti
memandang diri dalam kondisi jihad-defensif: melindungi Islam dari serangan
misinterpretasi dan disinformasi kaum puritan. Jika kaum puritan berbicara
lantang disertai kekerasan, maka kaum moderat harus berbicara lebih lantang
diiringi tindakan damai.
Bagi Abou El Fadl, Islam dan
umat Islam mesti menjadi sarana perwujudan rahmat dan kasih sayang Tuhan bagi
semua manusia. Kasih sayang dan moderasi yang menjadi nilai dasar Islam harus
diingat dan dibiakkan dalam hati umat Islam. Agar ekstremisme tak punya tempat.
Agar kebersamaan semua manusia dalam menegakkan nilai-nilai kebertuhanan
sungguh-sungguh mendulang kemajuan. Tak ada pilihan lain. Melintasi momen
transformatif dengan latar era global, Islam saat ini ditandai dengan
pergulatan keras antara dua paradigma pemikiran: moderat dan puritan. Saat
terjadi kekosongan otoritas keagamaan dalam dunia Islam modern, keduanya saling
berebut klaim untuk mendefinisikan makna kebenaran Islam.
Khaled Abou El
Fadl memberikan peta cukup komprehensif mengenai kedua gugus pemikiran yang
akan banyak berperan dalam menentukan masa depan Islam itu. Dimulai dengan
latar besar yang menjadi medan pergulatan
keduanya dalam menafsirkan berbagai segi ajaran Islam, buku ini secara khusus
menyoroti sejarah kelahiran muslim puritan modern yang berbiak dalam ideologi
Wahhabisme dan menyebar dengan bendera Salafisme. Abou El Fadl lalu
membandingkan dan memperhadapkan pandangan kaum moderat dan puritan seputar
isu-isu kunci yang tak hanya mencerminkan ketegangan kritis di dalam Islam,
tetapi juga sering menjadi inti persoalan yang sehari-hari harus diatasi oleh
umat Islam dan seluruh umat manusia.
Dengan mengupas
tema-tema seperti demokrasi dan hak asasi, peran kaum perempuan, interaksi
dengan nonmuslim, hingga soal jihad dan terorisme, Abou El Fadl membangun visi
Islam moderat yang amat diperlukan saat ini untuk merebut kembali tradisi moral
Islam. Buku ini adalah semacam jihad-tandingan untuk menyelamatkan Islam dari
ekstremisme dan bidah kaum puritan.