Gabriela, Cengkih dan Kayu Manis

Siapakah dia sehingga semua pemuda memujanya?

Gabriela tidak cuma cantik, tetapi juga punya ciri khas. Warna kulitnya serupa kayu manis dan tubuhnya sewangi cengkih. Dia meninggalkan udiknya untuk bekerja di Ilheus, sebuah kota kecil di Brasil. Dia bekerja sebagai juru masak di rumah Najib, seorang warga negara Brasil keturunan Suriah yang mengelola sebuah bar, tempat anggota Klub Kemajuan berkumpul. Obrolan di bar itu mengungkap sisi lain kaum lelaki -- tek peduli kalangan agamawan, cendekiawan, rakyat jelata -- yaitu kegemaran mereka bergunjing mengenai politik dan perselingkuhan.

Najib menikahi Gabriela dan berusaha mengubahnya jadi perempuan terhormat. Namun, bagaimana perasaan Gabriela sebenarnya?

Di sisi lain, Ilheus sedang berkembang sebagai kota kakao dengan panen berlimpah. Keadaan ini membuat suhu politik menjelang pemilu memanas. Kota itu semakin heboh karena Kolonel Jesuino Mendoza yang memergoki istrinya selingkuh dengan dokter gigi menembak mati mereka berdua.

Banyak cara untuk menceritakan kehidupan di sebuah kota. Ada yang menceritakanya dengan muram. Namun, dengan selera humor yang cerdas, Jorge Amado -- pendongen ulung kelas dunia dan sering dicalonkan memenangi Hadiah Nobel Sastra-- mengangkat segi karikatural masyarakat dalam novel yang menghibur ini.

"Gabriela akan menaklukan dunia karena kisahnya penh dengan nilai kehidupan dan cinta". -- Chicago Tribune

dibaca oleh: 2431 pengunjung