Fiksi Dunia: Potret Seribu Warna Kehidupan Manusia

Lini Serambi GCU Fiksi Dunia dengan bangga mempersembahkan karya-karya fiksi terbaik dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.  Digarap dengan serius dan bertanggung jawab, serta sebisa mungkin diterjemahkan dari bahasa aslinya, novel-novel ini membuat Anda mengintip kehidupan di berbagai komunitas dengan cita rasa budaya yang tak terbayangkan sebelumnya—dari Turki sampai Australia, dari Libanon sampai Jerman.

Pembaca akan larut dalam rumitnya problema manusia di mana pun berada, uniknya kebiasaan-kebiasaan di berbagai tempat, namun menyadari adanya benang yang menghubungkan kita semua.
Dengan kalimat-kalimat yang indah, orisinil, dan bebas klise, pembaca akan tergugah seolah ia belum pernah menyadari—dan mungkin saja, bisa lahir dalam dirinya, sebuah pemikiran atau perasaan yang sama sekali baru.

Dengan menyadari pentingnya seni penulisan bagi kehidupan manusia, serambi pun berdedikasi untuk menyuguhkan karya-karya yang melapangkan hati dan mendorong pembaca untuk merenungkan ulang makna dunia, keberadaan, dan arti dari menjadi manusia.

Bukankah karya sastra, konon, merupakan sarana yang bisa membantu manusia terhubung secara lebih sadar dengan intelegensia abadi dalam hatinya? Sastra menggeser hadirin dari kepala ke nurani mereka, beranjak dari logika menuju waskita, melampaui persepsi menuju visi, dan mengatasi keduniawian menjadi kesejatian.

Selamat menikmati Namaku Merah Kirmizi oleh Orhan Pamuk (Turki), Cinta oleh Toni Morrison (A.S.), Samarkand oleh Amin Maalouf (Libanon), Ali dan Nino oleh Kurban Said (Jerman), The Things They Carried oleh Tim O’Brien (A.S.), A Father’s Affair oleh Karel Glastra van Loon (Belanda), The True History of the Kelly Gang oleh Peter Carey (Australia), dan masih banyak lagi.

Yang terbaru adalah SNOW karya pemenang nobel sastra 2006, Orhan Pamuk,  dan LOLITA karya Vladimir Nabokov yang disambut meriah oleh pembaca Tanah Air. Lolita adalah novel indah yang abadi. Sempat dilarang beredar di Amerika Serikat, novel ini hingga kini terus diperbincangkan orang dan menjadi buku laris di berbagai negara. Lolita bahkan dianggap sebagai salah satu novel terbaik sepanjang masa oleh sejumlah kritisi sastra. Sedemikian populernya kisah ini hingga sempat dua kali difilmkan.

Selain  itu,  Serambi juga mempersembahkan novel terlaris di negeri Ayat-Ayat Cinta, Mesir: Apartemen Yacoubian, Kecamuk Cinta di Bumi Seribu Menara dan novel karya penulis muda Israel, Sayed Kashua, yang berjudul Dancing Arabs. Dihiasi berbagai kisah mengharukan dan perenungan tentang persahabatan, perang dan damai, Dancing Arabs menggambarkan kehidupan sehari-hari di ranah yang penuh dengan konflik, di mana kekacauan sudah menyusup sampai ke sel-sel terkecil kehidupan dan kekerasan merajalela sehingga orang-orang saling mendehumanisasi. Namun, novel ini memberi gambaran kehidupan sehari-hari yang membuat pembaca bisa melihat bagaimana orang-orang Arab dan Yahudi hidup bersama dengan damai.

Novel ini layak disimak oleh pembaca di tanah air untuk mendapatkan perspektif lain tentang konflik di Timur Tengah dan kisah hidup seorang anak manusia di tengah negeri yang terkoyak permusuhan.[]

dibaca oleh: 1226 pengunjung