Bedah Buku Nafiri Negri @ Festival Mei 2009

Nagara Institut dan Penerbit Serambi bekerja sama untuk mengadakan serangkaian acara, yang diantaranya adalah bedah buku-buku kenegaraan terbitan Serambi di Festival Mei 2009 yang bertemakan "Merenungkan Gagasan Indonesia".


Mengapa Festival Mei?

Mei selalu dianggap sebagai momentum permenungan dan titik awal perubahan baru. Berbagai peristiwa, semisal Hari Buruh (May Day), Hari Pendidikan Nasional, dan –terutama dan terpenting-- Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap Mei, semuanya merujuk pada upaya untuk mengingat sekaligus undangan untuk merefleksikan gagasan-gagasan ihwal ke-Indonesia-an. Karena Mei begitu krusial, kami memilihnya juga sebagai momentum untuk merenungkan kembali gagasan besar tentang Indonesia.


 

Mau tahu kapan saja buku-buku yang terkait dengan kenegaraan terbitan Serambi di diskusikan: ini dia jadwal lengkapnya:

 

Bedah Buku

The Idea of Indonesia: Sejarah Pemikiran dan Gagasan, karya Robert Edward Elson (Serambi, Desember 2008)

 

Sinopsis:

Negara-bangsa Indonesia adalah gagasan luar biasa yang nyaris mustahil terjadi. Dan R. E. Elson, seorang tokoh utama di bidangnya, mencoba mencari asal-usul gagasan Indonesia ini sejak pertengahan abad kesembilan belas dan menelusuri jalan berliku yang telah dilalui Indonesia hingga zaman sekarang. Dia mencari tahu mengapa Indonesia ada sebagai suatu negara-bangsa meskipun menghadapi begitu banyak tantangan, dan seperti apa bentuk-bentuk yang dulu pernah dilalui Indonesia. Dia mencoba menjelaskan ciri bangsa ini dalam perjuangannya menuju kesatuan dan cita-cita. Analisisnya menyajikan narasi kronologis yang membedah politik Indonesia, tokoh-tokoh politik, serta hubungan mereka dengan rakyat Indonesia.

 

Waktu: Selasa, 5 Mei 2009

Pkl.: 18.30 WIB

Tempat: Newseum Caf?, Jln. Veteran I, No. 33 Gambir, Jakarta Pusat

Host: Taufik Rahzen, Garin Nugroho, Rm. Mudji Sutrisno

 

Bedah Buku

Sejarah Indonesia Modern 1200–2008 (Revisi Kedua), karya M.C. Ricklefs (Serambi, Desember 2008)

 

Sinopsis:

Perjalanan panjang Indonesia sejak masuknya Islam hingga kini merupakan sebuah unit historis terpadu, yang dalam buku ini disebut Sejarah Indonesia Modern. M.C. Ricklefs menyuguhkannya secara mendasar sekaligus teperinci. Dengan mendasarkan penelitiannya pada puluhan jurnal dan lebih dari lima ratus buku, Ricklefs mengisahkan perjalanan bangsa Indonesia dari zaman ke zaman yang penuh warna, lengkap dengan aneka persoalan dan pertikaian baik internal maupun eksternalnya. Di balik struktur narasinya, buku ini menjawab pertanyaan bagaimana komunitas-komunitas dari berbagai kepulauan Indonesia, dengan rupa-rupa etnis, bahasa, dan dalam negara-negara kerajaan yang terpisah-pisah, bisa bersatu menjadi sebuah bangsa modern.

 

Waktu: Selasa, 12 Mei 2009

Pkl.: 18.30 WIB

Tempat: Newseum Caf?, Jln. Veteran I, No. 33 Gambir, Jakarta Pusat

Host: Taufik Rahzen, Dr. Anhar Gonggong

 

Bedah Buku

Zaman Edan: Indonesia di Ambang Kekacauan, karya Richard Lloyd Parry (Serambi, Mei 2008)

 

Sinopsis:

Buku penuh fakta mengejutkan ini menuturkan kisah reportase wartawan terkemuka Richard Lloyd Parry di Indonesia antara 1996-1999. Dia meliput dari dekat dan mengalami langsung peristiwa pembantaian etnis dan kanibalisme di Kalimantan pada 1997 dan 1999, demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan massal di Jakarta 1998, serta pembumihangusan Timor Timur oleh milisi dan tentara Indonesia menyusul jajak pendapat yang mengantarkan kemerdekaan negara itu pada 1999. Buku ini membuka mata kita akan segala peristiwa kelam di negeri ini yang kerap ditutup-tutupi, sekaligus mengajak kita merenungkan kembali makna reformasi setelah 10 tahun rezim Orde Baru tumbang dan memaknai momen 100 tahun kebangkitan nasional.

           

Waktu: Selasa 19 Mei 2009

Pkl.: 18.30 WIB

Tempat: Newseum Caf?, Jln. Veteran I, No. 33 Gambir, Jakarta Pusat

Host: Farid Gaban*, Taufik Rahzen

 

 

Bedah Buku

Indonesia Merdeka Karena Amerika? Politik Luar Negeri AS dan Nasionalisme Indonesia, 1920 – 1949, karya Frances Gouda (Serambi, Agustus 2008)

 

Berdasarkan penelitian atas catatan diplomatik Amerika Serikat, Indonesia, Belanda, dan Australia, juga arsip PBB, Gouda dan Brocades Zaalberg menelaah perubahan pandangan Amerika Serikat terhadap Indonesia dari 1920-an hingga 1949. Analisis sejarah baru oleh kedua penulis tersebut memberi kesan bahwa kalangan diplomatik Amerika bukan “tak tahu-menahu” keadaan di Indonesia sebagaimana diduga banyak pihak, baik sebelum maupun sesudah Perang Dunia II. Dengan demikian, terlepas dari perjuangan gigih rakyat Indonesia di medan tempur dan keuletan para diplomat kita di meja perundingan, politik luar negeri AS punya andil yang tak kecil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

 

Waktu: Selasa, 26 Mei 2009

Pkl.: 18.30 WIB

Tempat: Newseum Caf?, Jln. Veteran I, No. 33 Gambir, Jakarta Pusat

Host: Anton Kurnia dan Taufik Rahzen

 

 

DISELENGGARAKAN OLEH

The Nagara Institute

DIDUKUNG OLEH

Kedai I:Buku

Domus

Newseum Caf?

I:BOEKOE

Serambi

 

CP: 0818604020 (Galuh), 085295412114 (Zen), 081321971962 (Ino), 081225187655 (Gus Muh)


*Dalam konfirmasi


 


dibaca oleh: 1380 pengunjung