Teladan Mandiri Benjamin Graham

Seorang tokoh disebut sebagai “Bapak“ di suatu bidang karena ia menjadi pelopor atau menjadi teladan di bidang-bidang tersebut. Ini juga berlaku bagi Benjamin Graham. Ia disebut banyak orang dan media sebagai “Bapak Investasi” di Amerika Serikat. Selain pemikiran-pemikirannya yang unggul, Benjamin Graham juga dikenal sebagai tokoh dengan berbagai kualitas positif yang berhasil lolos dari krisis pasar modal dan uang sebagai lahan investasi. Apa rahasia Benjamin Graham yang bisa kita teladani? Simak yang berikut.

Tekun
Benjamin Graham lahir di London tahun 1894. Orang tuanya berimigrasi ke Amerika ketika ia baru saja menginjak usia satu tahun. Berbagai krisis ekonomi menimpa keluarga Graham di tanah seberang. Tetapi, orang tua Graham tidak menyerah. Inilah yang menurun pada Graham.
Ketika ia lulus dari Universitas Columbia, ia tertarik untuk bekerja di Wall Street. Lalu ia bergabung dengan sebuah perusahaan konsultan keuangan: Newburger, Henderson, dan Loeb. Di perusahaan konsultan keuangan ini, Benjamin Graham tidak enggan memulai karier dari jenjang paling bawah. Ia pun juga mulai tertarik melakukan berbagai penelitian pasar bagi perusahaan konsultan ini.

Hasil analisis yang tajam ditunjang dengan ketekunannya selalu memperbaiki diri, merupakan senjata Graham melaju ke posisi tertinggi sebagai partner dengan gaji yang fantastis untuk ukuran masa itu (U$ 500.000 per tahun), pada usia yang masih relatif muda (25 tahun).

Gigih
Dengan berjalannya waktu, Graham pun semakin berpengalaman di bidangnya dan makin mandiri secara keuangan. Ia lalu memutuskan bermitra dengan seorang broker bernama Jerome Newman. Di sela-sela kesibukan bisnisnya, ia pun membagikan ilmunya sebagai dosen di Universitas Columbia yang dijalani sampai ia mencapai usia pensiun.
Bisnisnya berjalan lancar sampai terjadinya krisis pasar saham di tahun 1929. Walaupun dihantam badai bisnis sampai hampir karam, Benjamin Graham pantang menyerah kalah.

Dengan sekuat tenaga ia bangkit kembali untuk meniti usaha dari bawah. Ia mendapat banyak bantuan dari teman-teman, juga dari istri tercintanya yang harus kembali bekerja sebagai guru dansa di tahun 1934. Ia kembali meniti usaha di bidang konsultasi investasi dengan mitra bisnisnya, Newman.
Kemitraan ini terus berlanjut sampai akhir khayatnya (1976). Konsultan keuangan yang dirintisnya kembali tersebut tidak pernah lagi merugi apalagi kolaps. Bahkan perusahaan ini berhasil terus-menerus memberikan keuntungan kepada para klien yang dilayaninya.

Berbagi Ilmu
Belajar dari krisis pasar modal tahun 1926 yang membuat perusahaannya hampir gulung tikar, ditunjang dengan pengalamannya beraktivitas di dunia investasi dituangkannya dalam berbagai tulisan. Dua buku berhasil ditulis: Security Analysis dan The Intelligent Investor. Kedua bukunya laku keras di pasar, sampai sekarang pun masih cetak ulang. Bahkan buku The Intelligent Investor dianggap sebagai buku wajib para investor.

Selain menulis buku, Benjamin Graham juga berbagi ilmu dengan menjadi pengajar di Universitas Columbia. Profesi sebagai dosen ini ia jalani sampai ia pensiun pada usia 64 tahun. Pemikiran yang spektakuler yang dibagikannya dalam buku-buku yang ditulisnya serta kuliah-kuliah yang diberikannya membuat banyak orang kagum. Ia lalu mendapat julukan “Father of Investing”.

Dengan ketekunan, Graham berhasil meraih prestasi cemerlang di tangga karier bisnisnya. Graham dengan kegigihannya pantang menyerah ketika dilanda krisis. Kegigihannya ini juga telah mendorongnya bangkit dari kebangkrutan untuk kemudian bekerja keras dan berhasil tampil sebagai pemenang.

Kemurahatiannya untuk berbagi ilmu telah membuat pikiran spektakulernya dikagumi banyak orang sehingga dijuluki "Father of Investing".

dibaca oleh: 4298 pengunjung