Serambi Online

Dengan mendaftar sebagai member anda bisa:

  • Mengirim komentar dengan nama anda
  • Memiliki boks pribadi di halaman depan
  • Akses ke Menu Member
  • Baca headline yang ada
  • Otomatis menjadi member TOKO SERAMBI ONLINE
  • dan hal menarik lainnya...
Daftar Sekarang! Gratis!
Kami tidak akan memberikan informasi anda kepada pihak lain

Member Login

Lupa Password?

Bukan member? Daftar!

 
     
  Guestbook   Contact Us      
 
Resensi
Cari Resensi:  

Arsip Resensi | Resensi Terbaru

Serambi, 27-September-2011

Travel in Love – Liang Lu & Li Qi
Sumber: koran SUARA, Hong Kong

Dimuat di koran SUARA, Juli 2011, Hong Kong


Banyak cara bagi sepasang kekasih untuk merayakan cinta. Ada yang akan bepergian menghabiskan waktu berduaan di tempat-tempat romantis, baik hotel, restoran mewah, maupun kota atau tempat wisata lainnya. Ke Paris, kota cinta; Venesia, kota Romeo dan Juliet, atau barangkali Hong Kong, Macau, Shenzhen, atau Singapura, negara-negara favorit para pelancong Asia. Itu pun bagi mereka yang berkantong tebal. Bagi yang berduit cekak, barangkali, merayakan cinta di tepi pantai terdekat, piknik ke tempat-tempat wisata terdekat, atau cukup berduaan di tepi sungai saja sudah cukup.

Atau, kalaupun tidak ingin bepergian ke mana pun, cukup dengan berduaan di rumah, masak bersama, nonton film-film romantis bersama, makan bersama, bicara dari hati ke hati, sambil sesekali saling melontarkan kalimat-kalimat cinta, itu sudah lebih dari cukup. Atau, barangkali dengan melakukan hal-hal yang sedikit lebih ekstrem dan tidak biasa, seperti naik gunung, arung jeram, kegiatan menantang bahaya lainnya.

Namun, bagi Liang Lu dan Li Qi, sepasang kekasih yang berasal dari China ini, backpacking, berkelana adalah cara yang mereka pilih dan lakukan untuk merayakan cinta.

Liang Lu dan Li Qi, keduanya adalah karyawan sebuah perusahaan media di Shenzhen. Mereka memilih untuk berhenti dari pekerjaannya agar bisa jalan-jalan keliling China tanpa harus terikat oleh batasan pekerjaan. Pada awalnya, hanya Li Qi, gadis yang suka menyendiri itu saja yang berniat untuk berkelana, kemudian Liang Lu, menawarkan diri untuk menemani kekasihnya. Mereka belum lama jadian. Maka Li Qi dan Lulu (panggilan sayang Liang Lu), dua orang yang memiliki karakter yang berbeda bahkan cenderung berlawanan itu pun, segera memulai perjalanan mereka.

Lulu adalah lelaki periang, banyak bicara, dan jago menawar harga, sementara Li Qi lebih suka menyendiri dan pendiam. Pada awalnya perbedaan ini menyulitkan bagi Li Qi yang terbiasa backpacking sendirian. Bayangkan, jika kamu seorang penyendiri, keberadaan seseorang yang akan selalu ada di samping kamu, siang malam pagi sore, di mana pun, adalah sebuah siksaan, bukan? Namun, seiring waktu, keduanya menjadi saling diri memahami masing-masing.

Buku ini menceritakan petualangan romantis mereka mengelilingi 60 kota, 14 provinsi, dan wilayah-wilayah otonomi di Negeri Tirai Bambu. Mula-mula kita akan dibawa menuju kota tua Lijiang, di provinsi Yunnan, salah satu provinsi terpencil di China, untuk merasakan bersama suka duka Li Qi dan Lulu dalam menjalankan sebuah penginapan kecil di sana. Lalu kita akan berkenalan dengan suku Naxi, yang memiliki tradisi pernikahan yang unik. Lalu kita akan diajak berkunjung ke Shangri-la, surga dunia, di kawasan Tibet. Selanjutnya, kita akan diajak mereguk teh tiga rasa, teh kenangan yang tidak hanya kaya rasa, tapi juga kaya makna. Selain itu, kita akan dibawa merasakan matahari terbit tiga kali di kampung halaman sang surya. Beberapa tempat lain yang mereka kunjungi juga tidak kalah unik, seperti Lembah Kupu-kupu, Gunung Seribu Kura-kura, sampai Stasiun Menuju Surga.

Sewajarnya catatan harian, kisah-kisah yang tertulis dalam buku ini kadang kala terkesan lucu, menyedihkan, romantis, kocak, dan beraneka rasa lainnya. Seperti ketika Li Qi bertarung dengan ayam-ayam jantan, ketika pantat Li Qi disosor oleh angsa, ketika Li Qi dan Lulu mencari pintu masuk rahasia ke kuil agar bebas dari tiket masuk, dan pengalaman seru lainnya. Selain dibawa jalan-jalan, kita juga akan dibawa menelusuri naik turunnya kadar keromantisan hubungan Lulu dan Li Qi.

Keragaman Budaya

Idealnya, sebuah perjalanan ataupun piknik memang bukan hanya untuk memanjakan mata, mengunjungi tempat-tempat wisata yang indah dan memesona, tetapi juga menyelami kekayaan dan keanekaragaman budaya serta melebur ke dalam suasana sosial masyarakat setempat. Selain menjadi ‘catatan jalan-jalan cinta’, buku ini juga menjadi catatan harian sepasang kekasih dalam berinteraksi dengan beragam manusia dari beragam budaya, dengan keunikannya masing-masing. Juga kaya dengan informasi dan pengetahuan tentang kebudayaan tempat-tempat terpencil di seluruh pelosok China, sehingga sangat berguna bagi para backpacker yang berniat mengikuti jejak mereka menjelajahi keeksotisan negeri tirai bambu tersebut.

Di dalam negeri sendiri, telah banyak buku-buku berjenis Traveloque (catatan perjalanan) yang ditulis oleh penulis Indonesia. Beberapa di antaranya adalah: The Naked Traveler jilid 1,2, dan 3, yang ditulis oleh Trinity, bercerita tentang jalan-jalan nekat dan hemat dalam berkeliling dunia; Selimut Debu dan Garis Batas, ditulis oleh Agustinus Wibowo, bercerita tentang kisah perjalanan dalam menyinggahi dan hidup bersama masyarakat di negeri-negeri konflik yaitu, Afganistan dan sekitarnya; Menyusuri Lorong-Lorong Dunia, jilid 1 dan 2, ditulis oleh Sigit Susanto, berkisah tentang perjalanan mengunjungi beberapa negara di dunia ditinjau dari sudut pandang sastra.

Setiap kali membaca catatan perjalanan, selain membaca pengalaman-pengalaman yang tertulis di dalamnya, kita pasti akan tergoda untuk melakukan perjalanan sendiri, seandainya mampu, demi merasakan sendiri kesan-kesan dan pengalaman di tempat-tempat yang disebut. Tempat yang sama, jalur yang sama, tentu saja bagi tiap-tiap orang akan berbeda kesan dan pengalaman. Masing-masing dari kita pastinya juga memiliki pengalaman perjalanan ke suatu tempat, entah sendirian, atau bersama teman atau pasangan. Lalu, kenapa tidak, kita menuliskannya dan berbagi pengalaman itu lewat cacatan perjalanan, seperti yang telah dilakukan oleh sepasang kekasih ini: Lulu dan Li Qi.[JALADARA]

Judul: Travel In Love
Penulis: Liang Lu dan Li Qi
Penerjemah: Laura Hartanto
Penyunting: Moh. Sidik Nugraha
Penerbit: Serambi
Tebal: 548 halaman
Cetakan: I, April 2011


dibaca: 227 kali


Share/Save/Bookmark
 


Little Serambi     Penerbit Atria    Informasi Al-Quran Produk Serambi    Penerbit Kantera    OpusPress

Toko Buku Serambi Online         TV Serambi     Blog Gita Cerita Utama

Copyright © 2005 - 2012 Penerbit Serambi All Rights Reserved. || contact webmaster

[Resensi RSS feed] [Gagas RSS feed] [Kabar RSS feed]