Serambi Online

Dengan mendaftar sebagai member anda bisa:

  • Mengirim komentar dengan nama anda
  • Memiliki boks pribadi di halaman depan
  • Akses ke Menu Member
  • Baca headline yang ada
  • Otomatis menjadi member TOKO SERAMBI ONLINE
  • dan hal menarik lainnya...
Daftar Sekarang! Gratis!
Kami tidak akan memberikan informasi anda kepada pihak lain

Member Login

Lupa Password?

Bukan member? Daftar!

 
     
  Guestbook   Contact Us      
Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat

Sunan Kalijaga, alias Raden Syahid. Dia seorang putra tumenggung. Tetapi dia tidak mau mewarisi kekuasaan dari ayahandanya. Justru dia memilih menjadi pegiat spiritual Islam di Tanah Jawa, yang pada akhirnya oleh Dewan Wali Sanga, dia diangkat sebagai salah satu anggotanya untuk menggantikan Syekh Subakir yang kembali ke Persia. Namanya akrab di telinga Islam Jawa. Dan, nyatanya dialah satu-satunya Wali yang bisa diterima oleh berbagai pihak, baik oleh mutihan atau abangan, santri atau awam.
Banyak buku mengungkapkan kisah Sunan Kalijaga. Sebatas kisah hidupnya belaka. Buku yang ada di hadapan Anda ini tidak bertutur kata tentang kisah Sunan Kalijaga. Meski kisahnya banyak diketahui orang, tapi tak banyak orang yang tahu tentang ajaran yang dibawanya. Nah, yang dikemukakan dalam tulisan ini adalah kupasan tentang ajaran dan kearifannya. Anda akan tahu bahwa banyak praktik-praktik agama Islam di Nusantara, khususnya di Jawa, berasal dari Sunan Kalijaga.
Ada sebuah doa bahasa Jawa yang masih diamalkan oleh orang-orang Islam di Nusantara. Khasiat doa ini untuk menolak bala. Menyingkirkan penyakit. Mengusir hama dan penyakit tanaman. Membebaskan diri dari jeratan hutang. Bahkan untuk melindungi diri dalam pertempuran. Itulah doa "Rumeksa ing Wengi". Sebuah doa yang disusun oleh Sunan Kalijaga. Sunan pun melakukan dakwah dengan pendekatan budaya. Mungkin Anda pernah mendengar Gerebeg Mulud dan Sekaten. Itulah cara-cara Sunan Kalijaga untuk mengajak orang lain masuk agama Islam.
Dalam Islam "wasilah" merupakan cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Cara yang ditempuh seseorang untuk sampai kepada-Nya. Namun, bentuk wasilah itu diperdebatkan kebenarannya oleh para ulama. Sunan tak hendak berdebat masalah teologi. Tapi dia memberikan contoh wasilah ala Jawa. Yang jika dipelajari ternyata menyentuh hakikat keislaman. Sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap para nabi, sahabat dan keluarga Rasul. Sunah Rasul pun tidak sesempit sebagaimana yang kita kenal selama ini. Bahkan diwujudkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari secara nyata, misalnya penggunaan baju takwa.
Diri manusia juga dikupas dengan sisi pandang yang berbeda. Mungkin Anda pernah dengar "Sedulur papat kalima pancer", saudara empat yang pusatnya adalah Diri manusia. Itulah ajaran makrifat Islam. Di situ keimanan dalam Islam bukan semata-mata dipandang sebagai kepercayaan, tapi oleh Sunan diamalkan untuk membangkitkan Sang Pribadi. Agar dapat kembali dengan sempurna ke Hadirat-Nya.
Syariat, tarekat, dan hakikat dirajut menjadi satu. Dirajut menjadi makrifat dalam bentuk mistik Jawa. Sehingga agama tidak sekadar menjadi formalitas kehidupan. Tapi menjadi bagian kehidupan itu sendiri. Mistik dan makrifat yang umumnya dipandang sebagai klenik [dalam pengertian negatif], oleh Sunan diolah menjadi ajaran yang bermakna bagi kehidupan. Selamatan pun tak ketinggalan. Jika selama ini selamatan hanyalah tradisi yang tidak diketahui maksudnya, maka dalam buku ini makna dari selamatan sehari hingga seribu hari itu disajikan dengan bahasa yang sederhana. Karena hakikat kebenaran itu satu. Maka, dengan satu ikatan yang benar, yang juga disebut tauhid, itulah seseorang menghadap ke Hadirat Tuhannya.
Yang terakhir mengenai reinkarnasi atau dilahirkan kembali. Banyak yang salah paham tentang ajaran ini. Dikiranya ajaran menitis atau dilahirkan kembali itu pengaruh dari ajaran Hindu atau Buddha. Itulah hikmah Islam yang diambil oleh Sunan. Hikmah yang ditemukan di Jawa. Sebagaimana pesan Rasul, hikmah adalah barang orang mukmin yang hilang, maka ambillah di manapun hikmah itu ditemukan! Memang benar, ajaran reinkarnasi itu ada di Hindu dan Buddha. Tapi, sebelum kedua agama itu masuk Jawa, hikmah tentang reinkarnasi itu sudah ada di ajaran Jawa. Oleh Sunan Kalijaga ajaran reinkarnasi ini dipadukan dengan konsep kebangkitan dari Islam.



Share/Save/Bookmark
 



     Rincian Buku
Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat



312 hal. SC
Ukuran: 15 x 23.5 cm
Terbit: Pebruari 2004
Harga:
SC: Rp. 42.900,00
 
HC: Rp. 69.900,00
Sementara Stock Habis



Penilai: 167

Beri nilai buku ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek



1.  Rahasia Sepuluh Malam update
2.  ALFATIHAH: Membuka Mata Batin dengan Surah Pembuka
3.  Menerapkan Keajaiban Surah Yasin dalam Kehidupan Sehari-hari 2
4.  Menerapkan Keajaiban Surah Yasin dalam Kehidupan Sehari-hari (1)
5.  AL-IKHLASH


 Total Komentar: 10  (lihat semua)

190 dari 322 pembaca setuju dengan komentar di bawah ini
PANCA MAYA
Pengirim: IwanprimaSetiawan  -  Banten  -  15.09.2007
Info Member  Kirim Pesan
Nilai:

Ass... Maaf Pak sebelumnya baru2 ini saya membaca buku ini dan saya sangat tertarik karena sebelumnya tidak ada yang membahas tentang para Wali2 Allah khususnya yang ada di pulau jawa ini dengan begitu gamblang, tetapi ada beberapa kelemahan dalam buku ini seperti PANCAMAYA yang seharusnya NUR SAPTA ( Cahaya Tujuh )yang berasal dari kalimat tauhid dan merupakan Awal mula manusia. Mungkin saya salah tapi ada baiknya kita kembalikan semua ke yang Khalik dan berikhtiar mencari solusinya. Mohon maaf sebelumnya kalau saya ada kesalahan karena kesempurnaan hanya milik-Nya semata. Wass.....  

Setujukah anda dengan komentar ini?


276 dari 458 pembaca setuju dengan komentar di bawah ini
MENGAPA HARUS BERSERAH
Pengirim: SARIDIN  -  Jawa Timur  -  23.05.2007
Nilai:

UAPIK TENAN... KARENA MANUSIA MEMANG HARUS BERSERAH DIRI KEPADA SANG KHALIK, ARTI BERSERAH BUKAN BERARTI TIDAK ADA IHKTIAR DAN BERDOA, BERSERAH MINTA RIDHO SANG KHALIK TAPI IHKTIAR TETEP

Setujukah anda dengan komentar ini?


308 dari 492 pembaca setuju dengan komentar di bawah ini
mistik dan ma'rifat Sunan Kalijaga
Pengirim: pipid ari wibowo  -  Jawa Timur  -  23.05.2007
Nilai:

AlhamduliLLAh buku ini hadir di tengah kehausan pengetahuan tentang salah satu wali songo yang berpengaruh di Jawa. Sekaligus buku ini menjawab teka teki yang selama ini jadi 
kontroversial di kalangan masyarakat khususnya di Jawa. Jujur aja saya sangat puas 
dengan jawaban yang ditawarkan pak Chodim, ya masalah tentang selamatan, sedulur papat, dll. Semoga pak Chodim menulis lagi tentang sejarah rakyat Jawa&sekitarnya.


Setujukah anda dengan komentar ini?


275 dari 437 pembaca setuju dengan komentar di bawah ini
mistik dan makrifat, Sunan Kalijaga
Pengirim: Edy Supriatna Sjafei  -  DKI Jakarta  -  22.05.2007
Nilai:

Alhamdulilah. Buku ini, Sunan Kalijaga, sudah saya baca. Saya larut. Kadang sampai begadang baca buku ini. Enam dari delapan buku karya Anda sudah saya beli. Di Toko Wali Sanga agak mahal. Gunung Agung kadang tak lengkap. Di Toko Buku Beirut, Jalan Awaludin II/3A, Tanah Abang, buku karya bapak lengkap. Harga terjangkau. Cuma cepat habis. Mau beli buku judul Syeh Siti Jenar aja nggak ada. Saya kecewa berat.

Kini ada lima buku sudah ditangan dan saya harus baca. Mudah-mudahan sehat terus dan bisa baca dengan cara lebih serius. Apa lagi bisa jumpa pengarangnya. Wah, kangen berat nih gue.

Wassalam
Edy Supriatna Sjafei
essyafei@yahoo.com


Setujukah anda dengan komentar ini?


Little Serambi     Penerbit Atria    Informasi Al-Quran Produk Serambi    Penerbit Kantera    OpusPress

Toko Buku Serambi Online         TV Serambi     Blog Gita Cerita Utama

Copyright © 2005 - 2012 Penerbit Serambi All Rights Reserved. || contact webmaster

[Resensi RSS feed] [Gagas RSS feed] [Kabar RSS feed]