Kloning, Eutanasia, Transfudi Darah, Transplantasi Organ, dan Eksperiment pada Hewan
Terdepan Memahami Isi Kontemporer
Kita percaya bahwa semua yang kita miliki adalah amanah Allah. Apakah
kita mengkhianati amanah itu bila mendonorkan ginjal untuk
ditransplantasikan pada pasien atau anggota keluarga kita yang sekarat?
Kloning
manusia memungkinkan banyak pasangan tidak subur untuk mendapatkan
anak. Tetapi, bolehkah kita mengambil manfaat terapeutik dari kloning
manusia, mengingat dampak mengerikan yang bisa ditimbulkan oleh
penyalahgunaan teknologi ini?
Eutanasia jelas dapat mengakhiri
penderitaan orang yang sakit parah. Tetapi apakah hal itu tidak akan
melipatgandakan penderitaan mereka di Hari Pembalasan?
Transfusi
darah dapat ditempuh untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang kehabisan
darah. Dalam fikih, darah dipandang sebagai benda najis. Lalu, apakah
resipien transfusi darah akan dianggap bernajis selamanya dan,
karenanya, tidak boleh melakukan salat?
Islam mengajarkan pada
umatnya untuk menyayangi binatang dan melestarikan kehidupannya. Apakah
pembedahan tubuh binatang dan percobaan biomedis pada mereka tidak
menabrak doktrin ini? Pelbagai persoalan penting tersebut, yang tidak
diatur dengan tegas dalam nas maupun tradisi fikih klasik, dijawab oleh
buku ini, sampai tuntas. Mohsin Ebrahim juga mengantarkan kita pada
ketentuan-ketentuan fikih terbaru tentang manipulasi-manipulasi
bioteknologi.