Revolusi Kesadaran

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran ('ibrah) bagi orang-orang yang mempunyai akal (Q.S. Yusuf: 111)
Ajaran dan amalan sufi dikenal memiliki kemampuan mengubah kesadaran seseorang tentang diri dan kehidupan duniawi secara radikal dan revolusioner. Dengan melazimkan zikir dalam arti sebenarnya—baik jahar (diucapkan dengan lisan) maupun khafi (dilantunkan dalam hati)—seorang sufi mengalami revolusi kesadaran dan keinsyafan rohaniah. Ia merasakan kehadiran Tuhan sekaligus memancarkan kearifan dalam setiap gerak-gerik kehidupannya.
Dikenal sebagai penulis prolifik, Abdul Munir Mulkhan melukiskan pencapaian kesadaran rohaniah itu dengan jelas dan terbuka dalam beragam kisah dalam buku ini. Setelah mengupas pokok-pokok ajaran sufi dan perlunya memadukan tasawuf dan syariat, Anda diajak menikmati kisah kehidupan yang menyiratkan bahwa kearifan hidup diperoleh dari kesadaran kekeliruan akal berlaku sombong, angkuh, merasa paling benar, paling baik, dan tak peduli terhadap penderitaan orang lain; bahwa hati manusia bisa sekeras batu, namun bisa lebih cair dari air, lebih lunak dari udara, kearifannya seluas jagad, lebih mulia dari malaikat, berlayar di bengawan surga jika selalu sadar dari mana datang dan kemana akan pergi. Anda juga akan hanyut dalam kisah tentang runtunan keberuntungan yang tak disangka-sangka dalam kehidupan orang yang tulus dan sabar menanggung derita; dan larut dalam kisah bijak tentang Abu Nawas, Nabi Khidir, Isa, dan Sulaiman.
Kisah-kisah yang dihimpun dari Serat Syekh Siti Jenar karya Raden Sosrowijoyo yang ditulis pada tahun 1950-an dan Serat Bayan Budiman yang ditulis pada awal abad ke-19 dalam buku ini amat masyhur, dituturkan dari zaman ke zaman, bahkan dibaca secara kolektif pada momen-momen penting dalam siklus kehidupan umat pada abad-abad lalu, dan kini diungkapkan kembali dengan gaya yang khas dan menawan.
Selain bermanfaat bagi siapa pun yang ingin mendapatkan—meminjam istilah Alquran— 'ibrah (pelajaran), buku ini juga menghibur dan mengajak Anda menertawakan diri sendiri; ia mengajarkan makrifat lewat kisah bijak, lugu, jenaka, dan kadang mengharukan!