Mencapai Makrifat

... menjelajah nafs sampai ujung, menapak makrifat sampai puncak, dan menghampar nasihat sampai tepi.
... sebuah metode mengendalikan nafs, mereguk keindahan bermakrifat, dan membesut nikmat nasihat ....
Tiada hari tanpa ibadah. Tapi, sejauh mana kita mengenal Tuhan-Sang-Muara segala ibadah itu? Bagaimana mungkin kita mendekatkan diri kepada Allah tanpa mengenal-Nya?
Memancar dari kedalaman makrifat seorang psikolog-sufi klasik, Mencapai Makrifat memandu kita mengenal Allah—awal mula perjalanan seorang beriman sekaligus fondasi seluruh ibadah. “Ibadah tanpa makrifat, sungguh tak bermakna,” tutur al-Muhâsibî.
Namun, mencapai makrifat tidaklah mudah. Perjalanan kita kerap gagal oleh ulah musuh tak kenal lelah: nafsu (dari dalam) dan setan (dari luar). Dan, amal-amal baik kita pun berguguran sia-sia. Al-Muhâsibî hadir mengajak kita untuk benar-benar mengenal keduanya. Dengan mengetahui seluk-beluk nafsu, kita bisa mengawasi dan mengendalikan gerak-geriknya sekaligus menutup pintu masuk setan. Daya goda setan hanya ampuh saat kita terseret nafsu. Bila nafsu terkontrol, kekuatan setan pun protol. Buahnya: beramal semata karena dan untuk Allah Swt.
Al-Muhâsibî juga mengulas hakikat akal sebagai alat meraih makrifat dan cara menggunakannya agar tak tersesat. Akhirnya, buku ini diparipurnai dengat nasihat penyehat jiwa dan penerang hati. Selamat menikmati.
Pujian:
“Al-Muhâsibî adalah ulama pelopor dan terkemuka di bidang spiritualitas Islam. Penjelasannya begitu memukau sehingga memang layak disajikan di tengah-tengah masyarakat.”Imâm al-Ghazâlî
“Sungguh tidak ada orang terpandang di zamannya yang sehebat al-Muhâsibî dalam bidang ilmu, kewarakan, pergaulan, dan tingkah laku.”Imâm al-Qusyayrî